Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mabuk di Kafe, Pria di Rembang Perkosa Anak di Bawah Umur

Polisi saat konferensi pers kasus pemerkosaan di Mapolres Rembang. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Rembang – Seorang pria berinisial SS (20) nekat memperkosa anak di bawah umur di sebuah kafe di Kabupaten Rembang. saat melakukan aksi pemerkosaan itu, pelaku sedang di bawah pengaruh minuman keras (miras).

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan mengatakan, pada saat kejadian tersangka dan korban berada di kafe yang sama. Mereka tidak saling kenal.

Tersangka sendiri sedang duduk bersama dengan teman-temannya sambil menenggak arak dan bir. Sedangkan korban duduk sendirian di bangku kafe.

Setelah kawan-kawannya pulang, tersangka pun memanggil korban yang sedang duduk sendirian. Dia mengajak agar korban berkenan untuk menemani minum. Korban pun menolak.

Kemudian tersangka mendatangi tempat duduk korban sambil menciumi korban. Tak lama kemudian, korban ditarik ke kamar mandi hingga terjadilah pemerkosaan.

“Setelah dalam kondisi mabuk ada timbul keinginan birahi dari tersangka. Kemudian mengajak korban ke kamar mandi,” ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Baca: Perangkat Desa di Rembang Palsukan Dokumen Agar Istrinya Bisa Nikah Lagi

Usai kejadian, korban sempat menangis dan mengadu kepada pemilik kafe, karena takut hamil. Pemilik kafe pun memberikan pil KB kepada korban, sedangkan pelaku langsung pergi meninggalkan kafe, seusai membayar minumannya.

“Setelah kejadian, korban ditinggal di kafe tersebut. Kemudian korban pulang menceritakan kejadian tersebut dan orang tua korban melapor ke pihak kepolisian,” terangnya.

Atas laporan korban, pelaku dibekuk polisi dan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kita ketahui korban masih di bawah umur, usianya 15 tahun dan masih sekolah,” tutupnya.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...