Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemerintah Upayakan Covid-19 di Indonesia Layaknya Penyakit Musiman

Menko PMK Muhadjir saat memberikan sambutan di program vaksinasi di Klinik PKU Muhammadiyah Darussalam Medika. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Jakarta – Saat ini pemerintah telah mengupayakan penyebaran Covid-19 di Indonesia terjadi di tempat tertentu dan musiman. Upaya itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Langkah itu diambil lantaran Covid-19 diprediksi tak bisa rampung dalam waktu singkat dan tak berhenti begitu saja. Pemerintah pun menyiapkan skenario untuk mengubah pandemi jadi endemi.

“Endemi ini, kami ingin berupaya menyekat Covid-19, membatasi kemungkinan terjadi perubahan perilaku (masyarakat), penyebarannya dan fenomena-fenomena status kesehatan yang diakibatkan Covid-19. Pada akhirnya nanti kami upayakan penyebaran Covid-19 sifatnya sporadis, spasial, dan musiman. Mungkin ada saatnya musim Covid, terjadi di suatu tempat, terjadi di wilayah ruang terbatas, tidak nasional. Itulah endemi,” kata Muhadjir saat mengisi acara Webinar bertajuk Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit, dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/9/2021).

Setelah menjadi endemi, lanjut Muhadjir, maka virus Corona akan diperlakukan sebagai infeksi biasa layaknya penyakit infeksi lainnya. Meski begitu, untuk memenangkan itu, Muhadjir meminta masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku dengan taat pada protokol kesehatan.

Menuru Muhadjir Effendy, tanpa adanya perubahan perilaku, skenario yang disiapkan yakni mengubah pandemi menjadi endemi akan menjadi lebih panjang.

“Terutama masker, sudah bukan lagi kewajiban tapi suatu embeded (melekat) dalam perilaku sehari-hari. Orang bermasker dilihat bukan suatu yang aneh tapi biasa,” kata dia.

Kesadaran masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan harus terus dikuatkan. Di mana, sudah tak ada lagi sosialisasi atau paksaan, namun datang dari kesadaran masing-masing untuk saling menjaga.

“Kalau itu terjadi, maka masyarakat sudah siap memasuki masa endemi sehingga di situlah ketika ada Covid terjadi, tidak perlu seluruh media buat headline tapi peristiwa biasa, sama ketika DBD di suatu tempat, bukan menggemparkan. Inilah arah kita menuju endemi,” ucap Muhadjir.

Muhadjir pun optimistis Indonesia mampu menuju ke status endemi tersebut dengan catatan bahwa dukungan terhadap upaya menuju ke sana terpenuhi. Terutama dari komponen-komponen strategis, termasuk swasta untuk mengawal dan menggiring menuju ke arah endemi yang dimaksud.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...