Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Heboh Wisata ke Borobudur Haram, Begini Penjelasan MUI Jateng

Candi Borobudur. (Pixabay)

MURIANEWS, Semarang – Baru-baru ini netizen dibuat heboh dengan video Ustaz Sofyan Chalid yang menyebut wisata ke Candi Borobudur haram. Video tersebut bahkan viral di media sosial.

Video yang ramai beredar itu tayang pada 3 September 2018 lalu, salah satu pengunggahnya akun YouTube Bismmillah Every***.

Dalam video itu Sofyan tampak membaca secarik kertas yang berisi pertanyaan, ‘Apa hukumnya wisata ke tempat ibadah orang kafir contohnya Candi Borobudur?’.

“Hukumnya haram, karena itu termasuk persetujuan terhadap peribadahan mereka, makanya kita tidak boleh duduk-duduk bersama orang yang menghina agama. Allah mengatakan kalau kamu duduk bersama mereka kamu seperti mereka,” jawab Sofyan dalam video tersebut.

“Hadirnya kita di situ artinya persetujuan terhadap dia, kalau kita hadir di tempat peribadahan orang kafir sama saja berarti setuju dengan mereka. Walaupun hati kita nggak setuju tapi kehadiran kita adalah persetujuan itu sendiri. Kita nggak boleh hadir ke situ kecuali untuk satu tujuan, mau membubarkan orang yang beribadah selain kepada Allah,” kata dia.

Video pendek ini menuai beragam reaksi dari netizen. Di antaranya komentar tersebut banyak juga yang tidak setuju dengan pernyataan Sofyan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji menyebut kedatangan ke Candi Borobudur tergantung niatnya.

“Kita ke Borobudur mau wisata apa mau ibadah? Kan dilihat niatnya,” kata Darodji seperti dikutip Detik.com, Selasa (14/9/2021).

Darodji menyebut mendatangi Candi Borobudur merupakan salah satu cara mengagumi teknologi di masa lalu. Darodji mengatakan Candi Borobudur merupakan salah satu mahakarya nenek moyang berupa ilmu.

“Ke sana itu lihat zaman biyen wong pinter-pinter, mbangun candi (melihat orang zaman dulu pintar-pintar, bisa membuat candi). Mengagumi rahmat Gusti Allah pada pendahulu kita yang bisa memakai teknologinya,” ujarnya.

“Mereka bersatu membuat itu, bisa memasang batu dengan batu dan seterusnya,” imbuh Darodji.

Darodji pun menegaskan umat muslim yang datang ke Candi Borobudur dengan niat ibadah merupakan hal yang salah.

“Kalau kita (muslim) ikut ibadah (agama lain), nah itu salah,” tegasnya.

 

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...