Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Muhadjir Effendy: Bansos Kunci Tak Ada Kerusuhan Sosial di Indonesia

Menko PMK Muhadjir Effendy. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Jakarta – Pemberian bantuan sosial (bansos) saat pandemi Covid-19 disebut telah menyelamatkan Indonesia dari kerusuhan sosial. Itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy.

Dalam sebuah webinar bertajuk Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit, Muhajir Effendy mengatakan seluruh dunia, termasuk Indonesia sudah harus berbicara pemulihan ekonomi. Meski begitu, tetap harus mengurus masalah kesehatan dan jaring pengaman sosial atau bansos tersebut.

“Syukurnya kita telah melaksanakannya dengan baik. Buktinya sampai sekarang kita termasuk negara yang tidak pernah dilanda kerusuhan sosial, amuk sosial karena reaksi masyarakat yang kelaparan atau tidak dapat pelayanan kebutuhan dasarnya,” ujar Muhadjir dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, jika pemerintah gagal dalam program penyaluran jarring pengaman sosial akan terjadi kerusuhan di beberapa area. Dan bila itu terjadi, lanjutnya, biaya yang ditanggung akan lebih besar dan mahal, termasuk risiko di sektor lainnya.

“Kalau gagal mengamankan jaring pengaman sosial, kemudian terjadi social unrest, kerusuhan massal di beberapa area, maka kita tidak bisa fokus menangani Covid-19 saja tapi juga harus memadamkan gejolak masyarakat di mana-mana,” kata Muhajir Effendy.

Muhajir pun mengajak masyarakat untuk bersyukur. Pasalnya, jaring pengaman sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat sejauh ini masih terkendali dengan baik.

Adapun beberapa jaring pengaman sosial yang diberikan adalah bantuan sosial (bansos) dalam program keluarga harapan (PKH) berupa bantuan sembako, bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai dana desa (BLT), dan beberapa bantuan lainnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...