Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dicatut, PMI DKI Jakarta Laporkan Pembuat Hoaks Megawati

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan Sambutan TOT Kader Madya. (YouTube/PDI Perjuangan)

MURIANEWS, Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta serius membawa kasus hoaks atau berita bohong ucapan duka dengan gambar mirip Megawati Soekarnoputri ke ranah hukum. Keputusan itu dilakukan karena akun Instagram @_genocide.anon3 pembuat konten hoaks itu telah mencatut institusi PMI DKI Jakarta.

Pemilik akun @_genocide.anon3 itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Selasa (14/9/2021). PMI DKI Jakarta juga menyertakan sejumlah barang bukti, seperti tangkaplayar gambar, kronologis kejadian, dan beberapa bukti lain.

“Kami melaporkan berita bohong, fitnah, dan atau hoax yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab terkait dengan beredarnya flyer ucapan duka cita yang merupakan desain resmi PMI DKI Jakarta terdapat gambar mirip tokoh nasional,” kata Sekretaris Pengurus PMI DKI Jakarta Arief Rachman dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (14/9/2021).

Menurut Arief, bererdanya flyer atau unggahan itu telah merugikan PMI DKI Jakarta. Sebagaimana diketahui, PMI merupakan organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dan menjunjung tinggi kenetralan serta selalu ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan di Indonesia.

“Pelaporan ini dilakukan berdasarkan desakan oleh seluruh unsur di PMI DKI Jakarta dari pengurus, pegawai, hingga para relawan,” ujarnya.

Arief menyebut, beradarnya unggahan bisa merusak citra PMI secara nasional. “Jadi, untuk memastikan bahwa tindakan itu tidak benar dan merugikan, kami perlu mengklarifikasi dengan mengambil langkah hukum,” ucap Arief.

Dalam laporan ini, pemilik akun media sosial itu dilaporkan atas Pasal 27 ayat 3 dan atau Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Langkah serupa juga dilakukan, Politikus PDIP Henry Yosodiningrat. Dia melaporkan pemilik akun media sosial terkait penyebaran berita bohong ke Polda Metro Jaya, yakni, pemilik akun Youtube ‘Mahakarya Cendana’ dan pemilik akun Tiktok ‘Jatim070881’.

“Yang telah memfitnah saya dan menyebarkan berita bohong dengan cara membuat video rekayasa seolah-olah saya membenarkan rumor tentang wafatnya ibu Megawati Soekarnoputri Ketua DPP Partai PDI Perjuangan,” kata Henry.

Menurut Henry, video yang berisi gambar dan suaranya itu adalah ucapan yang ia sampaikan saat meninggal Nazarudin Kiemas.

Laporan Henry diterima dengan nomor LP/B/4518/IX/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 13 September 2021. Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri dikabarkan meninggal dunia. Kabar itu muncul setelah foto ungkapan duka cita dengan foto mirip Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beredar di media sosial.

Dalam gambar ungkapan duka cita itu, logo Palang Merah Indonesia (PMI) dicatut. Di gambar itu juga tersemat tulisan ‘Segenap Keluarga Besar PMI Provinsi DKI Jakarta mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya’. Flyer itu beredar pada Kamis (9/9/2021).

Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri sendiri telah membantah kabar-kabar tersebut. Bantahan itu disampaikan Megawati saat memberi sambutan dalam acara Pembukaan training of trainer (ToT) Kader Madya PDI-Perjuangan yang digelar secara daring, Jumat (10/9/2021).

bahkan Megawati tampah menahan tangisnya kala berterimakasih kepada para kadernya.

“Alhamdulillah saya dalam keadaan sehat walafiat. Tak kurang suatu apa pun. Terima kasih, atas perhatiannya dan doanya,” ucap Mega dengan nada lirih, sembari menahan tangis di tiap jeda dua kata. Hal itu kemudian direspons dengan tepuk tangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan para kader yang hadir di tempat terpisah.

“Ya bagaimana, ya? Saya sendiri sampai berpikir kok ada saja ya orang,” lanjutnya.

Karena kabar itu, bahkan beberapa orang terdekatnya hampir meyakininya. Megawati menceritakan ada salah satu menteri di masa pemerintahannya yang sampai menanyakan langsung.

“Tadi pagi saja sampai ada gambar, ada dari salah seorang tadinya menteri saya, sampai menanyakan sama sekretaris saya sampai katakan ‘Jangan ditutup-tutupin, ini saya dapat dari teman saya’. Seperti seseorang berbaring di RS,” kata Megawati.

“Saya bilang ke sekretaris saya. Kamu ndak usah ngamuk-ngamuk lah, biarkan saja lah. orang, sampai saya bilang. Kita ini ada yang punya, serahkan saja sama Yang Punya,” tambah dia.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...