Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tersangka Pembobol Bank Jateng Bertambah Jadi 15 Orang, 14 Di antaranya Pasutri

Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Semarang – Kasus pembobolan dana Bank Jateng saat ini masih terus dikembangkan polisi. Terbaru, polisi bahkan menambah tersang yang semula 14 orang menjadi 15 orang.

Ironisnya, dari 15 tersangka tersebut, 14 di antaranya merupakan pasangan suami istri (Pasutri). Mereka diamankan setelah beraksi dalam kurun waktu tiga bulan mulai Agustus-Oktober 2018.

Baca: Total Dana Nasabah Bank Jateng Klaten yang Dibobol Rp 1,6 Miliar

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, semula tersangka yang dirilis berjumlah 14 orang. Akan tetapi, dalam pengembangannya bertambah satu orang lagi yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Ya, ada tambahan tersangka satu orang,” ujar Iqbal, Selasa (14/9/2021) pagi, seperti dilansir Detik.com.

Iqbal menjelaskan, para pelaku menjalankan aksi dengan memanfaatkan adanya system error pada ATM Bank Jateng. Saat error tersebut, mereka menggunakan ATM yang diterbitkan bank lain pada mesin ATM bersama milik Bank Jateng.

“Salah satunya di Sukulilo, dan Wedarijaksa, Pati. Mesin ATM Bank Jateng tidak membaca respon sukses atas transaksi tersebut. Sehingga mesin ATM memerintahkan reversal (pembatalan) atas transaksi tersebut,” ungkapnya.

Baca: Polda Amankan 14 Orang Pembobol Bank Jateng, Termasuk Kasus Klaten

Namun, faktanya sistem hanya membatalkan pada sisi penyelenggara jasa transaksi ATM/rekening asal dan tidak membatalkan pada sisi core banking dan Integrated Transaction Module (ITM).

“Sehingga dana yang sudah masuk ke rekening tujuan, gagal ter-reversal (dikembalikan),” terangnya.

“Dalam kasus ini, pelaku mengaku menggunakan rekening BCA. Dengan cara itu, tidak ada pendebetan dana dari rekening BCA ke rekening Bank Jateng yang mengakibatkan kerugian sekitar 20 miliar rupiah,” jelasnya.

Iqbal menyebut inisial para pelaku yang ditahan adalah SP, ST, DH, MI, MB, SG, WS, KM, ND, SM, MA, RH, TH, IH dan SPO.

Dalam menjalankan aksinya, tambahnya, para tersangka dapat melakukan transfer dana sebanyak Rp 70 juta sampai Rp 150 juta dengan tujuan rekening Bank Jateng. Padahal, para tersangka tidak mempunyai dana tersebut.

Baca: Uang ASN dan Pensiunan di Bank Jateng Klaten Tiba-Tiba Raib, Polisi Turun Tangan

Pada hari yang sama setelah dana masuk rekening, para tersangka langsung menarik cash atau mengalihkan dana milik mereka ke rekening pribadi di sejumlah bank.

“Saat ini berkas perkara terus dikebut oleh tim penyidik,” tandasnya.

Kombes M Iqbal selanjutnya menambahkan, pasal yang dipersangkakan pada pelaku dana tersebut adalah terkait tindak pidana transfer dana dan tindak pidana pencucian uang sesuai pasal 81 jo 85, UU No 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

”Para tersangka dijerat pula dengan pasal 55,56 KUHP serta pasal 3 dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” jelasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...