Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemohon KTP dan KK di Kudus Membeludak Setelah Corona Landai

Pelayanan tatap muka berlangsung di Disdukcapil Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus mulai membuka pelayanan secara tatap muka menyusul menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus.

Pembukaan pelayanan secara tatap muka sendiri mulai berjalan per tanggal 6 September lalu. Di mana saat itu permohonan mulai membeludak. Terlebih untuk perekaman dan pencetakan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK)

“Kami mencatat sejak kami membuka layanan tatap muka per 6 September kemarin, sudah ada sebanyak 2.260 pemohon yang cetak KTP dan 1.674 yang mencetak KK,” ucap Sekretaris Disdukcapil Kudus Putut Winarno, Selasa (14/9/2021).

Lonjakan permohonan, lanjut Putut, juga terjadi pada surat kependudukan lainnya. Seperti cetak akta kelahiran maupun kematian, hingga cetak kartu identitas anak (KIA).

“Kalau dibandingkan dengan pelayanan secara daring atau dengan sistem memang ada kenaikan yang signifikan, kami mencatat sekitar 150-an saat pelayanan full online di PKKM Darurat maupun Level 3 dan 4,” kata dia.

Putut menyebut, sebenarnya pihaknya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan Disdukcapil Kudus secara daring di aplikasi PAKSEMOK. Mengingat dengan memanfaatkan pelayanan tersebut bisa membantu pencegahan penularan Covid-19.

Untuk mendapatkan pelayanan secara daring, masyarakat bisa membuka alamat website https://paksemmok.kuduskab.go.id.

Masyarakat bisa mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan, mulai dari pembuatan akta kelahiran, akta kematian, kartu identitas anak, kartu keluarga, permohonan perpindahan keluar daerah atau kedatangan serta pemutakhiran data KTP.

Untuk kartu keluarga bisa dicetak sendiri di rumah karena nantinya akan diberi link melalui email dan password.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...