Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bupati Grobogan Jamin Tak Ada Sogok-menyogok di Seleksi CPNS dan PPPK

Bupati Grobogan Sri Sumarni. (MURIANEWS, Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni memastikan dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) taka da aksi sogok-menyogok

didampingi sejumlah pejabat terkait memantau pelaksanaan tes penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang digelar di SMAN 1 Purwodadi, Senin (13/9/2021). Pemantauan tes PPPK formasi guru hanya dilangsungkan dari luar ruangan agar tidak mengganggu peserta.

Selain di SMAN 1 Purwodadi, Sri Sumarni juga sempat memantau tes PPPK yang digelar di SMKN 1 dan SMKN 2 Purwodadi.

“Pelaksanaan tes PPPK di Grobogan digelar di lima lokasi. Yakni SMK Negeri 1 dan 2 Purwodadi, SMAN 1 Purwodadi, SMAN 1 Grobogan, dan SMAN 1 Toroh. Namun, kita hanya tinjau tiga lokasi,” kata Sri Sumarni.

Dalam kesempatan itu, Sri meminta agar peserta tes PPPK maupun calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak percaya dengan orang-orang yang mengaku bisa meloloskan mereka menjadi pegawai. Ia meminta agar masyarakat mewaspadai aksi penipuan terkait momen penerimaan CPNS dan PPK tersebut. Yakni, waspada terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan bisa membantu kelulusan dalam seleksi CPNS dan PPK tersebut.

“Kalau ada oknum yang menjajikan bisa membantu kelulusan jadi CPNS, saya pastikan itu penipuan. Jadi, harap waspada jika ada modus seperti itu,” tegasnya,

Baca: Tak Hanya Vaksin, Pelamar CPNS Grobogan Juga Difasilitasi Swab Gratis

Ia meminta agar agar pola pikir masyarakat harus diubah dalam pengadaan PPPK dan  CPNS tersebut. Di mana, masyarakat diminta tidak mudah tertipu dan percaya dengan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Tidak ada yang bisa meloloskan dalam seleksi kecuali kemampuan diri sendiri. Jadi, pola pikir seperti itu harus dihilangkan,” cetusnya.

Menurut Sri, hal itu perlu disampaikan karena beredar informasi kalau membayar dalam nominal tertentu bisa lolos dalam penerimaan PPPK maupun CPNS. Bahkan agar orang percaya, oknum itu ada yang mengatasnamakan Bupati, Sekda, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan, hingga keluarga Bupati.

“Jangan percaya dengan oknum seperti ini. Saya pastikan, kalau ada yang berhasil lolos maka itu adalah hasil kerja keras peserta sendiri,” ujarnya.

Sri menjelaskan, formasi PPPK untuk guru ada 1.024 dengan pendaftar 2.920 orang. Sedangkan pelaksanaan tes dilaksanakan mulai hari ini hingga Kamis (16/9/2021). Mengingat masih pandemi Covid-19 maka pelaksanaan tes dibagi dua sesi setiap harinya untuk mengindari kerumunan.

Untuk tahun 2021 kebutuhan pegawai Pemkab Grobogan sebanyak 1.276 orang. Jumlah tersebut meliputi PPPK guru sebanyak 1.024 orang. Kemudian 252 lowongan CPNS Grobogan yang terdiri dari tenaga kesehatan 179 orang, dan tenaga teknis 73 orang.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...