Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Antisipasi Munculnya Gelombang Ketiga Covid-19

Sejumlah nakes RSUD Loekmono Hadi Kudus tampak beristirahat sejenak di tengah lonjakan pasien IGD, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mulai melakukan kajian untuk mengantisipasi adanya lonjakan atau gelombang ketiga kasus Covid-19 di Kota Kretek. Terlebih, adanya varian baru Covid-19 jenis MU mulai terdeteksi di sejumlah negara.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo menyampaikan, pihaknya akan belajar dari gelombang kedua varian Delta setelah Lebaran lalu. Sehingga ketika terjadi lonjakan yang parah seperti itu, Kudus sudah siap.

Namun untuk sementara, pihak DKK akan melakukan upaya preventif terlebih dahulu. Sembari menyiapkan langkah kuratif bila terjadi hal yang tak diinginkan.

“Tentunya ada kajian dan kemungkinan ke arah sana, karena ada banyak sebab. Inilah yang akan kita antisipasi semuanya,” kata Badai, Senin (13/9/2021).

Salah satu yang akan dilakukan dalam waktu segera adalah pelaksanaan swab antigen acak di sejumlah fasilitas umum maupun lokasi kerumunan. Langkah tersebut diangap penting ketika masyarakat Kudus mulai merasa sudah terbebas dari Covid-19.

“Kalau tiba-tiba ada apa-apa dan kita tidak tahu kan bahaya, inilah salah satu langkah yang akan kami lakukan ke depan,” ujarnya.

Baca: Varian Covid-19 Mu vs Delta, Lebih Ganas Mana?

Sebagai langkah lanjutan, DKK berencana untuk mendatangkan alat PCR dan akan dianggarkan melalui APBD perubahan. Hanya memang tetap akan mengikuti perkembangan Covid-19 di Kudus.

“Ketika terjadi lonjakan, kita butuh penegakan diagnosis yang cepat, sehingga testing-nya jalan cepat, penegakannya juga bisa jalan cepat,” jelasnya.

Walau demikian, kata dia, yang paling terpenting adalah penerapan protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Sementara hingga Senin (13/9/2021), jumlah kasus aktif Covid-19 di Kudus meningkat menjadi 17 orang. Atau bertambah sebanyak tujuh orang dari Sabtu akhir pekan lalu.

Untuk jumlah keseluruhannya sendiri, kini berada di angka 16.826 orang yang telah terkonfirmasi Covid. Dari jumlah tersebut sudah ada sebanyak 15.428 pasien yang sembuh dan 1.381 meninggal dunia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...