Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Peternak Burung Murai Batu Medan Tak Goyah Diterpa Pandemi

Sarbini atau yang akrab dipanggil Pak Bina, tengah mengecek kandang Murai Batu Medan miliknya. (MURIANEWS/Nathan)

MURIANEWS, Blora- Sarbini atau biasa dipanggil Pak Bina Warga Rt/01, Rw 08, Desa Ngelobener, Kecamatan Jepon, Blora, dulunya sales perabotan rumah tangga. Namun tahun 2005, dia berhenti jualan keliling dan mulai menekuni hoby berternak burung.

Sejak itu dari ketekunannya, ia akhirnya berhasil menjadi perternal burung murai batu Medan, yang terkenal di Blora dan sekitaranya. Kegiatannya ini berubah menjadi salah satu sumber kehidupan bagi dirinya dan keluargannya.

Selama pandemic covid-19 berlangsung, usahanya membudidayakan burung murai batu juga mengalami dampak. Namun demikian, secara keseluruhan dampak pandemic sejauh ini tidak menyurutkan usaha yang sudah dirintisnya.

“Kerjaannya dirumah, jadi selama Pandemi Covid-19 ya tidak begitu masalah. Saya fokus usaha ternak burung murai,” ucap Bina saat berbincang di kediamannya, Minggu (12/09/2021).

Penghasilan yang didapatkannya dari usaha beternak burung murai batu Medan juga tidak begitu terpengaruh. Masih saja ada yang membeli burung murai hasil budidaya yang dilakukannya.

“Ya ada penurunan penghasilan tentu saja, apa lagi selama PPKM berlangsung. Namun tidak begitu banyak penurunannya. Jadi, kalau biasanya pembeli dari luar datang, ini paling hanya dari blora saja dan wilayah sekitar kecamatan,” jelasnya.

Pak Bina mengaku berternak burung murai jenis Medan, berawal dari hobi memelihara burung. Kesenangannya terhadap burung, akhirnya membawa dirinya menggeluti dunia ini dengan lebih tekun dan serius.

Setelah mengembangkannya, dari usaha ini dirinya menyebut sudah menghasilkan setidaknya Rp100 juta. Namun diakui juga olehnya, usaha seperti ini pasti mengalami pasang-surut.

“Keuntungan itu tidak langsung begitu saja, melainkan bertahap dan melalui banyak proses. Setahun lalu mencapai 100juta.” ujarnya.

Saat ini Pak Bina mengaku memiliki 50 kandang burung. Sempat memiliki 300 ekor burung dari budidaya yang dilakukannya. Namun karena banyak yang dibeli, saat ini dirinya masih memiliki 40 pasang burung.

Usaha ternak Burung Murai dimulai sejak 16 tahun silam, tepatnya pada 2005. Pria yang hanya Lulusan SD ini mengaku, awalnya dia hanya beli satu burung murai. Namun gagal.

Setelah itu dia membeli lagi 8 pasang burung murai, dan kali ini bisa bertahan dan berhasil dikembangkan hingga saat ini.

“Modal awal dulu Rp 40 juta. Untuk beli beberapa jenis burung. Tapi yang berhasil Murai. Sama buat kandang,” jelasnya.

Reporter: Nathan
Editor: Budi erje

Comments
Loading...