Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dilindungi Perda, Penangkapan Ikan dengan Racun di Klaten Bisa Dipidana Tiga Bulan

Ribuan ikan berbagai jenis di Sungai Dengkeng Desa/ Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah ditemukan mati, Kamis (9/9/2021). (Detik.com)

MURIANEWS, Klaten – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten mengaku tengah berkoordinasi dengan kepolisian terkait matinya ribuan ekor ikan di Sungai Dengkeng di Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Termasuk soal dugaan matinya ikan secara alami atau disengaja dengan racun.

“Nanti kami kaji bersama polres. Tentang pemburuan burung, ikan, satwa liar dan satwa liar lainya diatur Perda,” kata Joko seperti dikutip Detik.com.

Joko menjelaskan, saat ini peburuan satwa termasuk ikan diatur dalam peraturan daerah (Perda), yakni Perda Nomor 2 tahun 2018 tentang Pemburuan Burung Ikan Satwa Liar dan Satwa Liar lainya. Di dalamnya disebutkan menangkap ikan dengan racun dilarang dan bisa dipidana.

“Pasal 14, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta,” terang Joko.

Karena aturan tersebut, saat ini pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian. Apalagi, sejumlah warga menduga matinya ikan tersebut diduga diracun.

warga Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Margono menduga kematian ikan tersebut karena racun. Sebab temuan ikan mati hanya ada di bawah Bendung Tukuman.

“Mungkin juga karena racun sebab yang mati hanya di bawah Bendung. Sementara di alur sungai depan rumah saya ikan meskipun kecil tetap pada hidup,” kata Margono.

Margono menyebut jumlah ikan yang mati hari ini sudah berkurang dan tidak lagi berbau busuk. Dia menyebut tidak ada warga yang mengambil ikan-ikan mati itu.

“Sudah tidak ada lagi yang mati hari ini karena mungkin ikan di bendungan sudah habis. Sudah tidak begitu busuk baunya karena sudah beberapa hari,” sambung Margono.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...