Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sampel Air Bengawan Solo yang Menghitam di Blora Dikirim ke Laboratorium

Warga melihat air Bengawan Solo yang menghitam. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Blora – Pencemaran yang terjadi di Bengawan Solo, menyebabkan air sungai itu menjadi cokelat kehitaman. PDAM Blora pun akhirnya menghentikan produksi air bersih dari sungai itu.

Menindaklanjuti hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora sudah mengambil sampel air yang tercemar itu untuk dikirim ke laboratorium di DLHK Provinsi Jawa Tengah.

“Sudah kami ambil sampel dan sudah dikirim, untuk hasil nunggu 14 hari baru keluar,” kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Blora Sugeng Sumarno, Sabtu (11/9/2021).

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PDAM terkait Air Bengawan Solo yang berubah warna.

“Sampel yang kami ambil ada di dua titik, kami mengambil sampel air di Desa Madelem Kradenan dan di titik PDAM Cepu di untuk hilirnya,” ujarnya.

Sugeng juga berpesan, warga yang berada di bantaran Sungai Bengawan solo untuk tetap berhati-hati mengingat penyebab yang membuat air berubah warna belum diketahui pasti penyebabnya.

“Ikan aja sampai pladu (mabuk), jadi kami harap berhati-hati,” terangnya.

Baca: Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, Ganjar Marah

Sementara Direktur PDAM Blora Yan Ria Pramono mengatakan PDAM Blora menghentikan sementara waktu untuk pengolahan air.

“Pasokan air berhenti untuk sementara, karena pencemaran limbah, samakin parah dari sebelumnya,” katanya.

Baca: Pencemaran Bengawan Solo Kian Parah, PDAM Blora Hentikan Produksi

Ia menambahkan setidaknya pasokan air bersih untuk lima kecamatan di Kabupaten Blora dihentikan.

“Untuk pasokan air beraih ke Cepu, Sambong, Jiken, Jepon, dan Blora berhenti untuk sementara, karena pencemaran limbah, ini pun kami juga belum tahu sampai kapan akan berhenti,” pungkasnya.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...