Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pencemaran Bengawan Solo Kian Parah, PDAM Blora Hentikan Produksi

Kondisi air di Bengawan Solo di Blora yang hitam pekat. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Blora – Kondisi air Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Blora yang beberapa hari terakhir ini berubah warna menjadi cokelat kehitam-hitaman berdampak pada produksi air bersih PDAM Blora. Perusahaan ini terpaksa menghentikan pasokan air ke 12.000 pelanggan.

Direktur PDAM Blora Yan Ria Pramono mengatakan PDAM Blora sempat beroperasi dengan melakukan sejumlah upaya untuk menormalisasi air yang tercemar limbah tersebut. Yakni melalui proses pengolahan, sehingga air laik untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Namun karena pencemaran semakin parah akhirnya pihaknya menghentikan sementara waktu untuk pengolahan air.

“Pasokan air berhenti untuk sementara, karena pencemaran limbah samakin parah dari sebelumnya,” katanya, Jumat (10/9/2021).

Yan menambahkan, setidaknya pasokan air bersih untuk lima kecamatan di Kabupaten Blora dihentikan.

“Untuk pasokan air bersih ke Cepu, Sambong, Jiken, Jepon, dan Blora berhenti untuk sementara, karena pencemaran limbah, ini pun kami juga belum tahu sampai kapan akan berhenti,” katanya.

Yan menjelaskan dari total 22.000 pelanggan PDAM di Kabupaten Blora, kurang lebih 12.000 pelanggan untuk sementara waktu tidak lagi mendapatkan pasokan air bersih.

“Sulit diprediksi karena aliran di Bengawan Solo kan sangat lambat kalau kondisi seperti ini, sehingga kurang tahu prediksinya,” jelasnya.

Baca: Air Menghitam, Kades di Blora Ingin Pelaku Pencemaran Bengawan Solo Dihukum

Dengan adanya pemberhentian pasokan air bersih tersebut, Yan meminta maaf kepada para pelanggan.

“Kami juga sudah mengumumkan di sosmed untuk off produksi, dan sudah kita sampaikan ke pelanggan untuk permintaan maaf atas ketidaknyamanan ini,” terangnya.

Pihaknya berharap kondisi air Bengawan Solo tersebut segera membaik, mengingat hajat orang banyak dalam menggunakan kebutuhan air dalam sehari-hari.

“Saya kira tidak hanya Blora, wilayah lain pastinya juga sama. Agar tidak terus-menerus merugikan pelanggannya, kami berharap ada tindakan agar tercemarnya air Bengawan Solo tidak terulang lagi.” pungkasnya.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...