Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Hanya Satu, Korban Sodom Guru SD di Wonogiri Bertambah Jadi Enam Anak

Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto (kiri), meminta keterangan PPH, 36, tersangka kasus kekerasan seksual sesama jenis saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolres, Jumat (10/9/2021). (Solopos/Rudi Hartono)

MURIANEWS, Wonogiri – Polres Wonogiri melakukan gelar perkara kasus kekerasan sesama jenis yang diduga dilakukan oknum guru pns berinisial PPH (36), guru SDN di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jumat (10/9/2021).

Dalam gelar tersebut, jumlah korban yang semula hanya diketahui satu orang kini bertambah menjadi enam anak. Keenam korban tersebut juga merupakan siswa dari terduga pelaku dan saat ini mereka berada di kelas VIII dan IX SMP.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto menjelaskan, perbuatan bejat pelaku sudah dilakukan dalam kurun waktu 2016-2020. Kepada petugas, pelaku mengaku sekedar coba-coba dengan cara membohongi korban bahwa dengan dipijat tubuh bisa bertambah tinggi.

Baca: Cabuli Siswa Laki-Laki, Guru SD di Wonogiri Diamankan Polisi

”Seiring berjalannya waktu lelaki yang belum beristri itu ingin mengulanginya lagi. Dia melakukan perbuatan tidak terpuji itu karena pernah mengalami pelecehan seksual oleh temannya sesama jenis di masa lalu. Namun, saat itu dia tak sampai disodomi,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Ia menjelaskan, saat ini penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) masih mendalami kasus tersebut untuk menelusuri ada tidaknya korban lain. Baik korban yang saat ini masih duduk dibangku SD tempat pelaku mengajar atau korban yang sudah SMP.

”Ada kemungkinan ada korban lain lantaran PPH mengaku melakukan perbuatannya dari 2016 hingga 2020 lalu,” katanya.

”Enam korban yang sudah teridentifikasi merupakan korban dari tindakan PPH beberapa tahun lalu saat mereka masih SD. Saat ini korban ada yang kelas VIII SMP ada pula yang kelas IX SMP,” imbuhnya.

Baca: Guru SD yang Cabuli Siswa Laki-Laki di Wonogiri Ternyata Warga Purwodadi

Masing-masing korban ada yang mengaku mendapat perlakuan tak senonoh PPH beberapa kali. Ada pula yang hanya sekali. Setelah lulus SD pun korban tidak melapor kepada siapa pun karena takut.

Sampai akhirnya ada satu korban yang menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya setelah sekian lama merahasiakannya. Orang tua korban itu kemudian melapor ke polisi, Senin (6/9/2021) lalu.

“Tersangka mengaku tidak mengancam korban. Saat berbuat, tersangka juga tidak mengiming-imingi korban sesuatu,” kata Kapolres.

Dia melanjutkan, modus PPH awalnya meminta korban memijat korban di tempat yang sepi di dalam sekolahan seusai berolahraga. Setelah itu PPH ganti memijat korban.

Korban bersedia menuruti karena PPH merayu dengan mengatakan bahwa dengan dipijat tubuh korban bisa bertambah tinggi. Setelah itu tersangka melancarkan aksinya. Di hari-hari berikutnya PPH dan korban menjalani sekolah seperti biasa.

Baca: Ternyata, Begini Modus Guru SD Cabuli Siswa Laki-Laki di Wonogiri

“Tersangka juga melakukan perbuatannya di lokasi lain, yakni di Kecamatan Ngadirojo [Kabupaten Wonogiri,” imbuh Kapolres.

Polisi menjerat tersangka dengan pemidanaan berlapis, yakni Pasal 82 UU No. 17/2016 perubahan kedua atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 292 KUHP. Tersangka terancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...