Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kementerian PPPA Minta Pelaku Pencongkel Mata Anak di Gowa Dihukum Berat

Seorang bocah perempuan menjani perawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sunggiminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan kondisi mata tercungkil diduga menjadi korban pesugihan oleh orangtuanya. Jumat, (3/9/2021).(KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

MURIANEWS, Jakarta – Kasus seorang bocah yang dicongkel matanya di Gowa, Sulawasi Selatan mendapat simpati dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Pihaknya pun meminta penegak hukum agar para pelaku dihukum berat.

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Nahar, mengatakan hukuman yang diberikan bisa diperberat jika terbukti bahwa kasus ini merupakan kekerasan terhadap pada anak.

“Pada sisi penegakan hukum, hukuman yang diberikan kepada orang tua dapat diperberat apabila terbukti kasus ini merupakan kekerasan terhadap anak,” kata Nahar, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (9/9/2021).

Nahar meminta agar dilakukan penelusuran kasus lebih lanjut. Itu dilakukan untuk memahami kondisi keluarga di mana tempat anak tersebut berada.

Baca juga: Tragis, Mata Kanan Bocah di Gowa Dicungkil untuk Ritual Pesugihan

Pihaknya mengaku khawatir, kekerasan pada anak tersebut tidak terpantau lingkungan sekitar. Sebab praktik kekerasan bermotif pesugihan ini diduga juga dilakukan pada kakak korban hingga meninggal dunia.

“Faktor lingkungan jadi penentu untuk melindungi anak. Saya khawatir kejadian sebelumnya dengan kakaknya mungkin karena tidak terpantau lingkungan sekitar, tapi saat korban berteriak dari lingkungan sekitarnya memberikan respons cepat sehingga korban bisa selamat dan dibawa ke RS,” ujarnya.

Nahar berharap ada langkah sinergis antara Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dalam memberikan pendampingan pada korban.

“Kami terus memantau dari Jakarta. Tentu di Gowa ada pemda, Dinas PPPA yang menjadi kepanjangan tugas dan fungsi kami di daerah dan pemerintah provinsi sudah memberikan dukungan karena dari sisi pengobatan terus berjalan,” tuturnya.

Sebelumnya Polres Gowa telah menetapkan empat orang tersangka dari  kasus congkel bola mata untuk tumbal pesugihan di Gowa, Sulawesi Selatan. Empat orang tersebut merupakan orang tua korban, paman, dan kakek korban.

Korban seorang bocah perempuan berusia 6 tahun itu masih menjalani perawatan di rumah sakit karena sebelah mata kanan robek.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber; CNN Indonesia

Comments
Loading...