Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Duh! Ternyata Ortu Sadar saat Congkel Mata Anaknya di Gowa

Ilustrasi Kekerasan. (Istockphoto/stevanovicigor)

 

MURIANEWS, Gowa – Kepolisian Gowa, Sulawesi Selatan mengungkapkan, orang tua (ortu) pencongkel mata bocah 6 tahun melakukan perbuatannya secara sadar. Saat ini, ortu korban, yakni TAU (45) dan HA (43) telah ditetapkan tersangka dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perlindungan anak.

Hasil penyelidikan polisi memang menyebutkan ortu korban melakukan pebuatan, yakni mencongkel mata kanan anaknya itu secara sadar. Itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan.

“Memang dilakukan secara sadar,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Tragis, Mata Kanan Bocah di Gowa Dicungkil untuk Ritual Pesugihan

Sebelumnya, Sungguh tragis yang dialami bocah perempuan yang masih berusia enam tahun asal Malino, Kecamatan Tanggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini. Dia harus dilarikan ke rumah sakit setelah mata kanannya dicungkil untuk dijadikan ritual pesugihan.

Celakanya, pelaku pencungkilan itu justru orang-orang terdekat si bocah, yakni kedua orang tua, kakek dan neneknya, serta sang paman. Aparat kepolisian sendiri sudah menangkap lima pelaku itu. Dan kini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sunggumunasa, Kabupaten Gowa.

Zulpan menjelaskan dari hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar, kedua orang tua korban itu tidak memiliki gangguan kejiwaan. “Tidak ada kelainan jiwa seperti diduga sebelumnya,” tuturnya.

Baca juga: Gadis Belia Korban Pesugihan Orang Tuanya di Gowa Jalani Operasi Mata

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman menjelaskan, meski sudah ditetapkan tersangka, ortu korban itu belum bisa dilakukan penahanan. Sebab, lanjutnya, pihaknya masih menjalani obersevasi kembali di rumah sakit jiwa.

“Saya sudah koordinasi dengan pihak rumah sakit. Jadi pihak dokter masih mau observasi kembali,” ungkap Boby.

Sejumlah dokter telah memeriksa dan mengobservasi kesehatan kedua tersangka sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.

“Karena beberapa dokter diturunkan. Jadi dokter masih minta observasi. Jadi saya tidak bisa langsung membawa tersangka, saya sebatas koordinasi karena rumah sakit masih observasi masalah kesehatannya lagi,” jelasnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...