Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

65 Kebakaran di Grobogan Ciptakan Kerugian Rp 8,2 Miliar

Petugas Damkar Grobogan sedang berjibaku memadamkan kebakaran gudang Jerami. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Masyarakat Grobogan diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap musibah kebakaran. Hal ini seiring masih tingginya musibah kebakaran yang terjadi di wilayah Grobogan pada tahun 2021 ini. Terutama pada masa kemarau seperti saat ini.

Kabid Damkar Satpol PP Grobogan Ignatius Gogot Cahyanto mengungkapkan, selama Januari hingga pekan ketiga akhir Agustus 2021, tercatat sudah ada 65 peristiwa kebakaran di Grobogan. Rinciannya, pada bulan Januari ada tujuh peristiwa kebakaran dengan kerugian material Rp 365 juta.

Kemudian, di Februari ada enam kali kebakaran dengan kerugian Rp 268 juta. Pada bulan Maret ada delapan kebakaran dengan kerugian Rp 2,3 miliar. Di bulan April juga ada delapan peristiwa kebakaran dengan kerugian Rp 632 juta.

Berikutnya, pada bulan Mei ada tujuh kebakaran dengan kerugian Rp 1,2 miliar. Pada Juni terdapat enam peristiwa kebakaran dengan kerugian Rp 774 juta.

Sedangkan pada bulan Juli tercatat ada 13 kali kebakaran dengan kerugian Rp 1 miliar. Sementara pada Agustus ada sepuluh kali kebakaran dengan kerugian Rp 1,5 miliar.

“Akibat kebakaran ini total kerugian material mencapai Rp 8,2 miliar. Sedangkan untuk korban jiwa ada satu orang saat ada kebakaran pada bulan Januari lalu,” katanya, Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, untuk awal bulan September ini juga sudah ada beberapa kali kebakaran. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan.

Baca: Korban Tewas Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Jadi 44 Napi

Gogot menambahkan, musibah kebakaran di wilayahnya masih cukup tinggi tiap tahun. Sebagian besar, kebakaran terjadi saat memasuki musim kemarau.

Dijelaskan, pada tahun 2019, totalnya ada 192 kejadian dengan nilai kerugian sekitar Rp 12,6 miliar. Sedangkan tahun 2020, ada 117 kejadian dengan nilai kerugian Rp 10,1 miliar.

“Untuk penyebab kebakaran paling banyak disebabkan korsleting listrik, bediang dan kompor yang lupa dimatikan,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...