Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tim Maroko Terjebak Kudeta di Guinea

Timnas Maroko sempat terjebak di Guinea, saat akan menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Afrika. (twitter.com/Bolanet)

MURIANEWS, Jakarta- Konflik militer yang terjadi di Guinea membuat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia antara Tim Nas Guinea Vs Maroko ditunda. Kudeta Militer diketahui berlangsung di Guinea, Minggu (5/9/2021) dan masih menyisakan cerita dari pemain Maroko yang sempat terjebak di sana.

Pemain Maroko, Sofyan Amrabat menceritakan pengalamannya saat menghadapi situasi mencekam di Guinea itu. Pada saat itu, Tim Maroko sudah berada di Guinea untuk menjalani pertandingan melawan Guinea.

Saat terjadi kudeta, Amrabat mengaku bersama timnya tengah berada di hotel. Semua rombongan Maroko tidak menduga situasinya berubah begitu cepat pada saat itu. Pertandingan internasional mereka berubah menjadi sebuah pengalaman menakutkan.

“Tentu kami tak menduga pergi menjalani laga internasional dan kemudian berakhir di tengah kudeta militer,” ucap Amrabat dikutif dari CNN Indonesia, Kamis (9/9/2021).

Selanjutnya Amrabat juga mengisyahkan, pada Minggu (5/9/2021), rekannya Adel Taarbt mengabarkan tentang adanya suara tembakan. Namun apa yang disampaikan rekannya itu, tidak membuatntya percaya.

Saat itu dirinya juga mengaku mendengar suaar ledakan, namun sejauh itu tidak diyakininya sebagai suara tembakan. Dirinya berpikir itu adalah suara kembang api yang dibakar oleh pendukung tim tuan rumah.

“Saya tertawa dan yakin bahwa itu pasti kembang api karena terkadang suporter tuan rumah melakukannya. Namun kemudian kami melihat di internet hal yang sebenarnya terjadi [kudeta],” ujar Amrabat meneruskan.

Sejak itu semua anggota Tim Nasional Maroko kemudian memberikan kabar ke keluarganya masing-masing. Masing-masing keluarga pemain yang ada di Maroko mulai mengkuatirkan keselamatan dari rombongan Tim Nas Maroko yang masih ada di Guienea.

“Keluarga kami mulai sangat khawatir dan banyak orang bertanya kondisi kami. Kami berusaha professional. Namun tetap saja menakutkan, mendengar letusan tembakan, hening, lalu letusan tembakan yang lebih banyak,” kata Amrabat menggambarkan.

BACA JUGA: Italia Membabi Buta Kalahkan Lithuania

Perkembangan selanjutnya akhirnya didapatkan Tim Nasional Maroko. Pertandingan melawan Guinea dipastikan dibatalkan, dan rombongan cepat-cepat berusaha meninggalkan Guinea.

Namun, dalam perjalanan ke Bandara Guinea tidak semudah yang dibayangkan. Kudeta yang terjadi membuat kepulangan Tim Maroko harus menghadapi banyak kendala, dan membuat mereka ketakutan.

“Kami pergi ke bandara dan pesawat sudah ada di runway. Tetapi kelompok militer tak memberikan izin dan meminta semuanya kembali. Hanya karena intervensi dari Raja Maroko yang menghubungi pemimpin baru Guinea, akhirnya mereka mengizinkan kami masuk pesawat di tengah pengawasan militer,” ucap Amrabat.

 

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...