Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Disebut Picu Kerumunan Saat Deklarasi, FPI Baru Cokot Jokowi

Logo FPI baru. (riau.suara.com)

MURIANEWS, Jakarta – Front Persaudaraan Islam (FPI) resmi dideklarasikan pada Minggu (5/9/2021) di Kabupaten Bandung Barat. Acara deklarasi itu kemudian disebut memicu kerumunan. Tak tinggal diam, FPI baru ini pun menyinggung kerumunan di setiap kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jika merujuk pada rekaman video yang beredar, puluhan orang yang hadir kompak mengenakan peci putih. Tampak dari mereka saling berdekat-dekatan dan berkerumun tanpa memerhatikan protokol kesehatan menjaga jarak saat deklarasi berlangsung.

Tak hanya tidak menjaga jarak, mereka juga terlihat tidak memakai masker. Padahal menjaga jarak dan memakai masker merupakan bagian dari protokol kesehatan dalam masa pendemi Covid-19. Setelah selesai membacakan deklarasi, umat yang berada dalam ruangan kemudian menyerukan pekik takbir secara beriringan.

Tim Advokasi Front Persaudaraan Islam yang juga mantan Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) FPI, Aziz Yanuar saat ditanya terkait penerapan protokol kesehatan di kegiatan deklarasi itu tak bisa berkomentar banyak. Dia mengaku tidak hadir di lokasi deklarasi.

Dia lantas membandingkan kerumunan deklarasi itu dengan sejumlah kegiatan yang dihadiri Jokowi. Azis menyebut setiap kegiatan yang dihadiri Jokowi juga menimbulkan kerumunan.

“Itu juga kerumunan, enggak jaga jarak dan enggak pakai masker, bang. Enggak masalah juga,” katanya dikutip dari CNN Indonesia. Usai berkomentar, dia lalu melampirkan tautan pemberitaan terkait kegiatan Presiden.

Diketahui, sejumlah kunker Presiden memicu kerumunan massa akibat pembagian paket sembako hingga kaus. Pihak Istana mengklaim ini terjadi karena karisma Jokowi.

FPI Muncul Lagi dengan Nama dan Logo Baru

Azis menjelaskan deklarasi tidak hanya dilakukan di Kabupaten Bandung Barat. Meski begitu, Azis tak memberikan rincian daerah-daerah yang sudah mendeklarasikan pendirian FPI baru itu.

“Itu acara konsolidasi dan akhirnya ada deklarasi. Sama di daerah lain juga ada,” ucap Aziz saat dikonfirmasi kebenaran kegiatan itu.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hal yang lumrah untuk dilakukan seperti banyak dilakukan oleh kelompok-kelompok lain. Ia mengingatkan bahwa kegiatan tersebut dilindungi oleh Undang-undang.

“Sama saja seperti acara kopdar club motor atau club mobil. Jadi acara biasa kumpul dan membicarakan masalah keumatan yang dimana ini dilindungi UU di alam demokrasi,” kata dia.

Diketahui, deklarasi FPI baru itu didokumentasikan dan tersebar di media sosial. Deklarasi itu dipandu oleh seseorang dengan menggunakan pengeras suara. “Deklarasi Front Persaudaraan Islam se-Jawa Barat,” ucap seseorang menggunakan pengeras suara.

Dalam rekaman itu, terdengar bahwa deklarasi tersebut dilakukan sebagai bentuk pendirian organisasi sebagai kendaraan baru bagi perjuangan umat Islam di Jawa Barat.

Pemandu mengklaim, ada 27 pengurus yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI yang tergabung dalam deklarasi tersebut. Serta, kata dia, turut serta juga sejumlah ulama, habib dan aktivis di Jawa Barat.

“Untuk membela agama bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia dengan nama Front Persaudaraan Islam Jawa Barat dengan lambang dan ketentuan yang akan diberitahukan kemudian,” tambahnya.

Front Persaudaraan Islam merupakan ormas baru yang diisi oleh sejumlah eks petinggi ormas Front Pembela Islam (FPI). Kelompok itu, sebelumnya dibubarkan oleh pemerintah RI pada akhir Desember 2020 lalu.

Pemerintah menetapkan organisasi FPI besutan Rizieq Shihab itu sebagai organisasi terlarang.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...