Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mahasiswa UMKU Diajak Tangkal Radikalisme di dunia Nyata Ataupun Maya

Kanit Keamanan Khusus Satuan Intelkam Polres Kudus Iptu Subkhan memberikan materi untuk mahasiswa baru UMKU. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Universitas Muhammadiyah Kudus menggelar kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKBMB) dan mass ta’aruf (Masta) tahun akademik 2021/2022, Kamis (8/9/2021).

Acara yang digelar di Gedung Auditorium UMKU itu, diikuti secara langsung oleh 250 mahasiswa baru dan 250 mahasiswa lainnya mengikuti via daring.  Kanit Keamanan Khusus Satuan Intelkam Polres Kudus Iptu Subkhan menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Iptu Subkhan mengatakan, di dalam masyarakat terdapat golongan terpilih yakni pemuda atau juga mahasiswa. Menurutnya, dalam catatan sejarah tidak ada perubahan suatu negara tanpa adanya peran pemuda.

“Karena karakter pemuda tidak hanya sebagai agen perubahan tapi juga agen pelaksana. Pemuda adalah generasi penerus, pemuda adalah generasi pengganti, dan generasi pembaharu,” katanya.

Berdasarkan riset resmi Badan Pusat Statistik (BPS), lanjut dia, dari sekitar 260-an juta penduduk di Indonesia, 63 juta di antaranya usia milenial. Di mana 70,4 persen di antaranya mengakses digital, 94,4 persen terkoneksi internet, 98,2 persen menggunakan smart phone, serta 70,9 persen satu menit dari bangun tidur membuka HP.

Hal ini disebutnya dimanfaatkan betul oleh kelompok radikal untuk menyebarkan paham-pahamnya melalui media digital.

Terlebih efektivitasnya yang berdasarkan riset juga dapat diketahui bahwa yang disebarkan via media digital 70 persen lebih efektif dari pada secara langsung yang hanya 11 persen.

“Saeful Mujani Researc pada tahun 2017 menemukan angka 9,2 persen setuju Pancasila diganti dan pada 2019 IDN Research menemukan 19,5 persen untuk hal yang sama. Kenaikan angka itu terjadi karena dunia digital dikuasai kelompok radikal dan sebagian besar dari kita diam,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berpesan untuk seluruh mahasiswa agar bisa bertebaran di muka bumi dan mencari karunia Tuhan.

“Implementasinya adalah kuasai semua dunia baik dunia nyata maupun dunia maya demi kebaikan untuk mencari ridho Tuhan, Karena NKRI dengan Pancasilanya adalah wujud dari Islam yang rakhmatan lilalamin dan bukan sekedar Islam rakhmatan lilmuslimin,”pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...