Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, Ganjar Marah

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Aksi pencemaran limbah ciu di Bengawan Solo hingga menyebabkan PDAM Solo menghentikan produksi air bersih mendapat sorotan keras dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia memastikan akan menindak tegas perbuatan tersebut.

Ganjar menyebut Tindakan itu sudah keterlaluan. Menurutnya tindakan tersebut sudah menantang pemerintah. Terlebih dalam kasus sebelumnya sudah diberikan teguran keras.

“Kita sudah bicara, tidak boleh ada yang main-main. Rasa-rasanya mereka ‘siluman’ yang membuang itu memang menantang pemerintah,” kata Ganjar.

Ia mengatakan, tim dari dari Kementerian LHK dan pemerintah daerah telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Pihaknya juga akan mengejar orang yang membuang limbah tersebut dengan berkoordinasi dengan polisi.

Baca: Diduga Tercemar Ciu, PDAM Solo Hentikan Pengolahan Air Bengawan Solo

Ia mengatakan modus pencemaran kali ini juga masih sama dengan kasus sebelumnya, yaitu membuang kotoran atau limbah pengolahan alkohol di sekitar Kabupaten Blora.

“Menurut saya ini sudah kebangetan karena tidak hanya area di Blora, di Solo juga kena. Jadi sebenarnya ini yang coba kita cari,” tegas Ganjar.

Diinformasikan, tim khusus dari Pemprov Jateng sudah diturunkan untuk melakukan pengecekan dan observasi terkait air Bengawan Solo yang berwarna keruh.

Observasi itu dilakukan setelah PDAM Solo menghentikan pengolahan air di Pos Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, lantaran air sungai terindikasi tercemar limbah ciu, pada Selasa (7/9/2021) pagi. Pencemaran terjadi di hulu sungai, tepatnya di tempuran Kali Samin.

Kasus pencemaran limbah ciu di Bengawan Solo juga sempat terjadi pada tahun 2019 lalu. Saat itu diketahui pencemaran bersumber dari limbah industri pengolahan ciu di sekitar hulu sungai.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...