Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Skema Sewa Kios Pasar Kliwon Kudus Diubah Gegara Banyak yang Nunggak

Aktivitas di blok A Pasar Kliwon Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus segera mengubah skema pembayaran sewa kios Pasar Kliwon Kudus. Model pembayaran yang awalnya pakai skema tahunan, nantinya akan diubah menjadi bulanan.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto menyebutkan, data per April 2021 saja, tunggakan sewa pedagang sudah mencapai Rp 7 miliar. Untuk itulah, perlu ada strategi baru supaya pedagang mau melunasinya.

Hanya, pemberlakuan sistem bayar sewa kios setiap bulan baru efektif awal tahun 2022 mendatang. Sementara tahun ini masih diupayakan penagihan terhadap pedagang yang menunggak sewa kios.

“Tunggakannya bervariasi, ada yang dua tahun belum membayar dengan nilai tunggakan tertinggi hingga Rp 50-an juta. Nah yang masih menunggak harus lunas dulu baru bisa perpanjang sewa bulan. Ini sebagai langkah antisipasi tunggakan yang lebih banyak lagi,” kata dia Kamis (9/9/2021).

Harys mengatakan, sebelum pengubahan ini, sudah dilakukan berbagai upaya namun masih saja belum maksimal. Mulai dari pemasangan stiker yang berisi tulisan “belum membayar retribusi PKD” hingga ancaman pencabutan izin pendasaran.

“Di sistem yang baru ini, kami meminta pedagang segera melunasi tunggakannya. Tanpa adanya pelunasan, pedagang tak bisa perpanjang sewa kiosnya,” ujarnya.

Kepala Pasar Kliwon Kadari menambahkan, dari angka tunggakan sewa kios saat ini sudah terbayar sebesar Rp 400 juta dari jumlah tunggakan sebesar 7 miliar.

Baca: Tunggakan Retribusi Pasar Kliwon Kudus Capai Rp 7 Miliar, Pedagang Dikirimi Surat Teguran

Kadari mengatakan, pedagang yang hendak memperpanjang sewa kios memang diwajibkan melunasi terlebih dahulu tunggakan sewanya.

“Jika diberikan kelonggaran terus menerus, maka tahun berikutnya akan melakukan hal serupa sehingga tahun ini targetnya harus lunas semuanya,” jelasnya.

Berdasarkan data April 2021, total pedagang yang menunggak sebanyak 2.417 pedagang yang nilai tunggakannya mencapai Rp 7 miliar.

Jumlah ruko di Pasar Kliwon sendiri ada sebanyak 36 buah, kemudian ada sebanyak 863 kios dan 1.356 los dengan jumlah total pedagang mencapai 2.500 pedagang.

Tarif sewa kios maupun ruko yakni sebesar Rp 500 per meter persegi per hari, sedangkan los sebesar Rp 250 per meter persegi per hari.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...