Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Foto Bareng Depay Bocah Belanda Didenda

Gegara Foto Bareng Memphis Depay, bocah 13 tahun ini didenda KNVB. (Facebook)

MURIANEWS, Amsterdam- Pertandingan antara tuan rumah Belanda Vs Montenegro di Kualifikasi Piala Dunia 2022, diwarnai insiden masuknya penonton ke lapangan. Kejadian ini melibatkan bocah berumur 13 tahun bernama Moet Amin.

Pada pertandingan yang digelar di Philips Stadium, Eindhoven Minggu (5/9/2021) itu Belanda menang telak 4-0. Memphis Depay mencetak hattrick untuk tim Belanda. Namun pada menit-menit akhir pertandingan insiden itu terjadi.

Moet Amin, bocah yang baru berusia 13 itu bersama sekitar 15 orang pendukung Belanda nekat memasuki lapangan pertandingan. Amin kemudian berhasil melakukan swafoto bersama idolanya Memphis Depay.

Dari kejadian itu, federasi sepakbola Belanda (KNVB) akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap 15 orang itu termasuk pada Moet Amin. Orang tua Moet Amin langsung dihubungi KNVB untuk menyampaikan tindakan yang diberikan.

KNVB memberikan sanksi terhadap bocah ini dengan melarangnya masuk ke stadion selama lima tahun ke depan. Selain itu, orang tuanya juga diminta untuk membayar denda sebesar 100 euro sekitar Rp1,5 juta.

BACA JUGA: Tanpa Ronaldo Portugal Kalahkan Azerbaijan 3-0

Denda untuk Amin itu konon lebih ringan dibandingkan denda yang diberikan pada pelaku penerobosan ke lapangan yang lain. Awalnya disebutkan denda yang ditetapkan jumlahnya mencapai 450 euro. Namun karena Amin masih berusia 13 tahun akhirnya dikurangi.

“Memasuki lapangan dilarang untuk tua dan muda selama dan sekitar pertandingan. Itu bukan tanpa alasan, karena memasuki lapangan oleh penggemar dapat menyebabkan situasi yang tidak menyenangkan dan tidak aman,” demikian pernyataan KNVB dilansir dari Daily Star, Rabu (8/9/2021).

“Jadi tidak boleh meski memang tidak bermaksud jahat, seperti yang terjadi pada hari Sabtu (waktu setempat). Selain tidak bisa menilai niat seseorang pada saat itu, tindakan seperti itu juga mendorong orang lain untuk turun ke lapangan,” ujar KNVB.

“Setidaknya lima belas orang mengikuti perbuatannya. Untuk mengatasi ini, aturan internasional telah dibuat untuk asosiasi, klub, dan pengunjung,” tutup pernyataan itu.

 

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Daily Star

Comments
Loading...