Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Mau Tuntaskan Vaksinasi, Guru di Kudus Dilarang Ngajar PTM

Guru tengah mengajar PTM terbatas di SMP 1 Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo mewanti-wanti kepada semua guru di Kabupaten Kudus untuk menuntaskan proses vaksinasi Covid-19. Yakni tuntas dari dosis satu hingga dosis dua.

Bila tidak, guru dilarang untuk mengajar secara tatap muka terlebih dahulu. Surat edaran terkait aturan tersebut pun akan segera dibuat.

“Kalau memang ada yang seperti itu (tidak mau vaksin, red) ya guru tidak boleh mengajar langsung dulu,” katanya, Rabu (8/9/2021).

Hartopo mengatakan, guru yang masih enggan menuntaskan vaksinasi maupun yang tak mau divaksin disebutnya masih belum tahu manfaat dari vaksinasi. Baik dari segi kesehatan maupun administrasi.

Dari segi kesehatan, lanjut dia, vaksinasi sangat jelas bisa membentuk imun tubuh secara maksimal agar terhindar dari Covid-19. Sementara dari segi administrasi, sertifikat vaksin kini menjadi syarat untuk masuk ke sejumlah fasilitas umum.

“Padahal terus kami edukasi betapa pentingnya vaksinasi ini,” jelas Hartopo.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuna Widada menyebutkan akan mengkaji terlebih dahulu instruksi tersebut.

Pasalnya, memang ada sejumlah guru yang memang belum bisa divaksin karena adanya komorbid.

“Ada yang juga kemarin terpapar, jadi nanti akan dilihat dulu alasan mereka tidak mau atau belum bisa divaksin itu kenapa,”  kata dia.

Baca: Vaksin Belum Tuntas, Ratusan Guru di Kudus Justru Sulit Dihubungi

Sementara bagi guru-guru yang jelas menolak vaksinasi dengan alasan takut, pihaknya akan kembali mengedukasi secara baik-baik. Sehingga bisa secara sukarela untuk menuntaskan vaksinasinya.

“Yang pertama berani, yang kedua harusnya berani lah ya,” jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus masih mendapati adanya guru atau tenaga pendidik di Kudus yang belum menuntaskan vaksinasi hingga dosis dua. Sementara proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas kini telah mulai dilakukan.

Kasi Surveilans dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad menyebut, ada ratusan guru yang sudah mendapatkan dosis pertama, namun belum mendapatkan dosis kedua.

Hal tersebut mencuat setelah dirinya mendapatkan laporan dari masing-masing Puskesmas yang ada di Kudus. Para guru yang belum tuntas vaksinasinya itu disebutkan juga sulit untuk dihubungi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...