Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kabar Baik Datang dari Perajin Batik setelah Kudus Turun ke Level 2

Pemilik Djanoer Batik Kudus, Sih Karyadi menunjukkan batik cap produksinya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus sudah berada di level 2 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tren positif ini berdampak bagi perajin batik di Kota Kretek.

Pemilik Djanoer Batik Kudus, Sih Karyadi mengaku pesanan batik di tempatnya mengalami peningkatan. Hal itu berlangsung sejak Kudus masuk di PPKM level dua beberapa pekan lalu.

Alhamdulillah dari yang awalnya dulu saat level empat itu sepi, sekarang sudah mulai ramai lagi. Baik penjualan secara online maupun offline,” katanya, Rabu (8/9/2021).

Menurutnya hal yang baik juga berdampak pada karyawannya. Dari jumlah empat karyawan yang dipekerjakannya, saat ini sudah masuk keseluruhannya.

Sebelumnya, saat masih level empat hanya satu karyawannya yang masuk bekerja. Sedangkan ketiga lainnya dirumahkan.

“Omzet saat ini meningkat 50 persen. Semoga bisa terus meningkat,” ujarnya.

Saat ini dalam sehari Sih Karyadi bisa mengerjakan setidaknya sepuluh potong kain batik berukuran 2 meter x 115 cm. Jumlah itu lebih banyak dari biasanya hanya lima potong saja sehari saat masih PPKM level 4.

Baca: Sarung Batik Kudus Tahun 1920-an Kegemaran Para Ulama Dihidupkan Lagi

Di tempatnya, Sih Karyadi membuat beberapa batik. Di antaranya batik cap motif Menara Kudus, batik cap motif tembakau, batik cap motif parijoto, batik cap motif rejenu, batik cap motif gusjigang, batik cap motif kopi kambangan, batik cap motif rumah adat joglo pencu, dan lainnya.

“Harga berkisar dari Rp 95 ribu sampai Rp 250 ribu. Ada batik, ada sarung,” terang dia.

Menurutnya, beberapa pembeli berasal dari Kudus dan luar Kudus. Mayoritas dibuat seragam untuk instansi maupun seragam batik bagi siswa di sekolah.

“Harapan saya di level dua ini teman-teman UMKM batik bisa terus memproduksi batik. Semoga ekonomi segera pulih,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...