Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ups! Ternyata Baru Ada Satu Investor Besar Masuk Kudus

Salah satu pabrik sepatu yang dibangun di Kecamatan Jekulo, Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Realisasi investasi di Kabupaten Kudus hingga bulan Agustus 2021 baru 50 persen. Yakni sebesar Rp 3,5 trilun, dari total target yang diinginkan sebesar Rp 7 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Revli Subekti mengatakan, pandemi Covid-19 sangat memukul dunia investasi di Kudus.

Revli sendiri tak memungkiri jika investasi di Kudus saat ini masih lesu. Data dari DPMPTSP sendiri, dari Januari sampai Agustus 2021 baru ada satu investor besar yang masuk ke Kudus. Itupun, merupakan investor asing.

“Berdasarkan perencanaan awal, kami targetkan tahun ini akan ada investasi baru yang totalnya mencapai Rp7 triliun. Ternyata pandemi COVID-19 sangat berdampak sehingga saat ini realasisasinya baru 50 persen,” kata dia Rabu (8/9/2021).

Sembari menunggu iklim investasi membaik, pihak Pemkab Kudus sendiri akan merampungkan Perda Tata Ruang untuk mempermudah investasi.

“Ketika itu nanti telah selesai, kami optimis investasi bisa sedikit demi sedikit tumbuh di Kudus,” kata dia.

Baca: MK Putuskan Leasing Bisa Sita Barang Tanpa Sidang

Namun kabar baiknya, Revli mengatakan jika jumlah pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM) di Kabupaten Kudus tumbuh sebesar 300 persen selama masa pandemi Covid-19 ini. Usaha di sektor kuliner adalah yang paling banyak bertambah.

Untuk mendongkrak sektor UMKM agar tumbuh lebih baik lagi, maka DPMPTSP akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah untuk diberikan pembinaan agar bisa menjalin kerja sama dengna Alfamart dan Indomaret.

Dengan harapan, produk yang dihasilkan para pelaku UMKM bisa masuk ke minimarket setelah sebelumnya diberikan pembinaan soal manajemen, pemasaran dan pengemasannya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...