Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

1.800 UMKM Baru Muncul di Kudus Selama Pandemi

TP PKK saat mengunjungi UMKM sayuran organik di Gebog beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM) di Kabupaten Kudus tumbuh mencapai 300 persen selama masa pandemi Covid-19 ini. Usaha di sektor kuliner yang paling banyak bertambah.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Revli Subekti menyebutkan, pertumbuhan mulai terjadi pada pertengahan tahun lalu.

Sejak tahun 2020 hingga kini sudah ada 1.800 UMKM baru. Mereka, telah mengajukan perizinan di sistem perizinan usaha OSS.

“Terus semakin berkembang dan berkembang, kami mecatat tumbuhnya sampai 300 persen,” ujar Revli, Rabu (8/9/2021).

Penambahan yang cukup besar di sektor UMKM  tersebut pun menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti ini.

Untuk mendongkrak sektor UMKM agar tumbuh lebih baik lagi, maka DPMPTSP bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah untuk diberikan pembinaan agar bisa menjalin kerja sama dengan pasar modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Produk yang dihasilkan para pelaku UMKM, setidaknya bisa masuk ke minimarket setelah sebelumnya diberikan pembinaan soal manajemen, pemasaran dan pengemasannya.

“Meskipun produknya lokal Kudus, tetapi kemasannya harus dibuat menarik sesuai standarisasi yang ditetapkan Alfamart dan Indomaret,” jelasnya.

Baca: Geger! Warga Klumpit Sukoharjo Temukan Mayat Tanpa Identitas di Sawah

Hanya memang, kondisi sebaliknya masih terjadi di sektor investasi. Revli tak memungkiri, penawaran investasi di Kudus saat ini masih lesu.

“Saat ini masih lesu, mereka bertanya saja mungkin juga masih mikir-mikir karena kondisi pandemi seperti ini,” kata dia.

Sembari menunggu iklim investasi membaik, pihak Pemkab Kudus sendiri akan merampungkan Perda Tata Ruang untuk mempermudah investasi.

Bupati Kudus HM Hartopo pun mengaku turut senang dengan adanya pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM. Pihak Pemkab, kemudian akan berupaya untuk terus menyuport para pelaku usaha agar tetap berjalan.

Sehingga pertumbuhan ekonomi di masa pandemi seperti ini bisa terus berjalan dengan cepat. “Tentunya kami akan terus menyuport mereka, kami berikan bantuan hingga motivasi untuk terus bangkit,” kata Hartopo.

Adapun, bantuan-bantuan yang dimaksud adalah seperti bantuan pelatihan, bantuan stimulus UMKM, bantuan kewirausahaan, dan bantuan presiden kemarin.

“Inipun bisa jadi salah satu motivasi bagi para pelaku usaha,” jelasnya.

Hanya, Bupati Hartopo berpesan untuk terus mengedepankan penerapan protokol kesehatan di lingkungan industri UMKM-nya. Dengan begitu, tidak ada klaster penularan Covid-19 di lingkungan industri.

“Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan pengaturan jarak antar karyawan,”tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...