Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Enam Saksi Diperiksa Terkait Perusakan SDN 2 Gunungsari, Begini Penjelasan Kapolres Boyolali

Sejumlah kaca jendela di SD Negeri 2 Gunungsari, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, menjadi sasaran pengerusakan orang tidak bertanggung jawab, Jumat (3/9/2021). (Solopos.com)

MURIANEWS, Boyolali — Kasus perusakan SD Negeri 2 Gunungsari, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali terus berlanjut. Saat ini Polres Boyolali bahkan sudah memeriksa enam saksi dalam kasus tersebut.

Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, mengatakan kasus perusakan SD di Kecamatan Wonosamodro, dari pihak Polres Boyolali sudah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

“Kami masih terus dalami. Sudah ada enam saksi diperiksa. Kami sedang menganalisa siapa yang berpotensi sebagai tersangka. Jadi masih tahap penyelidikan,” kata dia seperti dikutip Solopos.com, Selasa (7/9/2021).

Meski begitu pihaknya belum bisa menyampaikan hasil analisis sementara yang sudah dilakukan, termasuk identitas pelaku. Namun dari hasil pemeriksaan, perusakan SD tersebut terjadi karena ketidakpuasan pelaku dengan instansi sekolah atau dengan individu.

“Secara detai belum bisa kami sampaikan. Namun bisa bisa kami sampaikan [dalam kasus itu] ada ketidakpuasan dari pelaku. Kalau dari TKP [tempat kejadian perkara], ada ketidakpuasan pelaku kepada sekolah tersebut, atau arahnya ke individu. Ini sedang coba kami dalami,” jelas dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Eko Marudin, menyebutkan enam saksi yang sudah diperiksa di antaranya adalah kepala sekolah, komite sekolah, penjaga sekolah, hingga penggarap lahan tanah.

Untuk diketahui, pada Kamis (2/9/2021), para guru di SD Gunungsari, Kecamatan Wonosamodro dikagetkan dengan pecahnya sejumlah kaca jendela bangunan sekolah. Mulai dari kaca ruang TK, kaca ruang kelas hingga kaca perpustakaan. Total ada 37 kaca jendela yang pecah.

Kepala SD Negeri 2 Gunungsari, Wahid Sri Wahyono, menduga perusakan sd tersebut terjadi pada Rabu (1/9/2021) malam. Sebab hari sebelumnya saat para guru berada di sekolah, kondisi sekolah masih baik-baik saja.

“Kemungkinan Rabu [1/9/2021] malam. Sebab hari sebelumnya belum ada dan baru diketahui pada Kamis pagi,” kata dia belum lama ini.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...