Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PKL Balai Jagong Kudus Tak Boleh Berjualan Pakai Tikar, Kenapa?

Salah satu PKL di kawasan Balai Jagong Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Balai Jagong, Kudus, kini tak lagi boleh berjualan dengan menggelar tikar, meskipun layanan makan di tempat sudah diperbolehkan pemerintah.

Alasannya, sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Karena ketika pembeli duduk di tikar kecenderungan untuk tidak jaga jarak cukup besar.

Sebagai gantinya, pedagang boleh menyediakan kursi, yang jumlahnya hanya tiga unit. Perihal waktu berjualan, PKL dipersilahkan berdagang mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB saja.

“Tidak boleh memakai tikar. Diganti maksimal tiga kursi. Setiap warung juga harus menyediakan masker. Silahkan mau diberikan gratis atau dijual, yang penting pembelinya harus memakai masker,” kata Kabid Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan Kudus, Anugrah Kurniati, Selasa (7/9/2021).

Sejak dibuka lagi pada Selasa (31/8/2021) lalu, menurutnya protokol kesehatan (prokes) yang diterapkan PKL sudah cukup bagus. Dia mengaku sudah melakukan pemantauan beberapa kali.

“Prokes sudah baik. Kemudian lapak yang menggunakan pramusaji seksi juga saya perhatikan tidak ada,” ujarnya.

Anugrah Kurniati melanjutkan, data awal PKL Balai Jagong berjumlah 284 orang. Namun, setelah melakukan pendataan dan verifikasi ulang, saat ini terdapat 145 PKL saja yang aktif membuka lapak.

“Jumlahnya menurun karena ada beberapa yang sudah pindah lokasi, ada juga yang sudah meninggal, dan ada juga yang sudah lama tidak berjualan di sini,” terang dia.

Dia berharap dibukanya kawasan Balai Jagong dapat diiringi dengan penerapan protokol kesehatan bagi pedagang dan pengunjung. Sehingga perekonomian dan kesehatan dapat berjalan beriringan.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...