Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

ASN di Pati Diperintahkan Nglarisi Dagangan UMKM

PKL Pusat Kuliner Pati nampak sepi (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati –  Gelombang pandemi Covid-19 masih belum selesai. Hampir di semua sektor turu terdampak. Salah satunya adalah pelaku usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM). Bahkan sebagian dari mereka ada yang gulung tikar lantaran habis modal.

Karena itu, Bupati Pati Haryanto pun mengambil kebijakan strategis agar kondisi UMKM ini tidak semakin terpuruk. Orang nomor satu di Pati itu menginstruksikan agar aparatur sipil negara (ASN) turut membeli dagangan para pelaku UMKM ini. Hal itu setidaknya dapat membantu pertumbuhan ekonomi mereka.

“Ini sebagai upaya untuk membantu para PKL maupun pelaku UMKM. Yang masih terdampak pandemi Covid-19. Meskipun semua lapisan masyarakat terdampak adanya pandemi, namun setidaknya para ASN memiliki penghasilan tetap. Karena itu harus mau membantu,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Dia menyebut, selama ini sektor UMKM ini banyak membantu memperkuat perekonomian masyarakat. Apalagi, di Bumi Mina Tani jumlah pelaku UMKM ini cukup banyak.

“Disisihkan meskipun nilainya tidak seberapa yang terpenting dapat membantu dengan membeli jajanan para PKL maupun UMKM. Nanti juga saya bersama Forkopimda akan sepedaan dan mampir di salah satu titik PKL, membeli jajanan,” jelas bupati.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Wahyu Setyawati mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah menerbitkan katalog produk kuliner. Dalam katalog tersebut mencakup sebanyak 108 UMKM di bawah binaan dinas tersebut. Mereka tersebar dari Kecamatan Kota, Juwana, Tambakromo, hingga Tayu.

“Sebelumnya kami melakukan pendataan kepada semua UMKM. Dengan adanya semacam katalog ini bisa menjadi semacam panduan untuk program nglarisi UMKM. Meskipun tidak menutup kemungkinan masyarakat, khususnya kalangan ASN bisa nglarisi dagangan UMKM tetangganya sendiri,” imbuhnya.

Dalam katalog itu antara lain berisi produk makanan seperti ayam goreng, bandeng presto, aneka jajanan, dan minuman baik tradisional dan kekinian. Masyarakat dimudahkan karena dalam katalog tersebut dicantumkan alamat lengkap dan kontak untuk pemesanan.

“Harapannya dengan langkah seperti ini pelaku UMKM bisa terbantu. Tidak sedikit yang mengadu kesusahan usaha saat pemberlakuan PPKM darurat pada Juli lalu,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...