Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tarif Rapid Antigen di Kudus Turun, Permintaan Ikut Sepi

Salah satu pengunjung swalayan di Kudus dirapid antigen acak beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Tarif swab antigen di Kabupaten Kudus sudah turun. Namun, turunnya tarif itu juga diikuti permintaan yang ikut sepi.

Salah satu rumah sakit di Kudus yang ikut menurunkan tarif swab antigen yakni Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus.

Direktur RSI Sunan Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengatakan, pihaknya mengikuti aturan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni batas tertinggi tarif rapid antigen sebesar Rp 99 ribu.

“Awalnya tarif rapid antigen di RSI Rp 150 ribu. Sekarang Rp 99 ribu untuk sekali tes,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Ia mengakui jika permintaan swab antigen saat ini menurun. Ia memperkirakan ada beberapa faktor menurunnya permintaan tersebut.

Beberapa faktor yang mendasari hal itu di antaranya gejala Covid-19 di Kudus yang sudah menurun. Selain itu saat ini Kudus juga sudah masuk di level 2.

“Saat ini dalam sehari ya masih ada permintaan tes rapid antigen. Tetapi memang jumlahnya tidak banyak. Tidak sampai sepuluh orang per hari,” sambungnya.

Beberapa warga yang saat ini masih membutuhkan tes antigen rata-rata digunakan sebagai syarat perjalanan.

Sementara itu, dari data yang dihimpun MURIANEWS, tarif antigen di beberapa rumah sakit di Kudus saat ini juga sudah diturunkan. Di RSUD Loekmono Hadi saat ini tarif rapid antigen sebesar Rp 80 ribu.

Lalu, di Rumah Sakit Mardirahayu tarifnya per 2 September 2021 sebesar Rp 95 ribu, sementara di RS Aisyiyah Kudus saat ini sebesar Rp 99 ribu.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...