Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Empat SD di Kudus Rusak, Perbaikan Didorong Kelar Tahun Ini

Kondisi ruang kepala SD 1 Garung Lor, Kudus yang rusak hingga disangga bambu agar tak roboh (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah sekolah rusak di Kabupaten Kudus cukup banyak. Ada empat sekolah dasar (SD) yang terdata mengalami kerusakan cukup parah. Padahal saat ini sekolah tatap muka sudah mulai berjalan.

Empat SD yang terdata di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus yakni SD 4 Prambatan Kidul, SD 3 Bakalan Krapyak, SD Payaman dan SD 1 Garung Lor.

Rata-rata kerusakan ada pada atap, dan yang paling parah yakni SD Prambatan Kidul di mana dua ruang kelas atapnya sudah ambrol, dan satu kelas lagi nyaris rubuh atapnya. SD 1 Garung Lor juga mengalami hal serupa, yakni atap di ruang kelas, perpustakaan hingga ruang kepala sekolah rusak.

SD payaman juga terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan, sementara di SD 3 Bakalan Krapyak ada satu ruang kelas.

Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Moh Zubaedi, Selasa (7/9/2021) mengatakan, dari empat SD rusak ini baru direncanakan perbaikan untuk tiga sekolah. Dana yang disiapkan Rp 450 juta akan diusulkan melalui Perubahan APBD 2021.

“Dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kudus rencana alokasinya Rp 450 juta di Perubahan APBD 2021.Itu untuk SD 4 Prambatan Kidul, SD 3 Bakalan Krapyak, dan SD Payaman,” katanya.

Baca: Ruangan SD 1 Garung Lor Kudus Juga Rusak, Kondisinya Mengenaskan

Sementara untuk SD 1 Garung Lor disebutkan juga sudah masuk dalam skala prioritas. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan apakah SD tersebut akan juga dianggarkan dalam Perubahan APBD 2021.

“Kemarin kami sudah tinjau di SD 1 Garung Lor, kemungkinan itu bisanya dianggarkan di APBD 2022,” ucapnya.

Sementara Sekretaris Komisi D DPRD Kudus H Muhtamat mendorong agar keempat SD itu bisa diperbaiki di tahun ini juga. Pihaknya juga sangat menyayangkan sekolahan yang harusnya menjadi prioritas tidak masuk di DAK (Dana Alokasi Khusus) 2021.

Baca: Jengkel, Ketua DPRD Kudus Akan Cari-carikan Dana Perbaiki SD Rusak

Sehingga pihaknyua akan berupaya mengusulkan agar sekolahan-sekolahan yang menjadi prioritas itu bisa dianggarkan dalam Perubahan APBD 2021.

“Nanti akan kami kaji bersama. Per-sekolah kemungkinan akan dianggarkan Rp 200 juta, itu ada empat sekolah yang nanti kami usulkan,” ujarnya.

Sekolahan yang akan mendapatkan alokasi rehab di perubahan APBD 2021 nanti, akan diprioritaskan untuk pembangunan bagian atap. Sebab, jika dilihat konstruksi tembok di sejumlah sekolahan yang kini rusak itu masih tergolong bagus.

“Kalau lebih dari Rp 200 juta tahapanya itu lama harus melewati proses lelang dan sebagainya. Karena waktunya pendek, dan ini darurat kami prioritaskan untuk atap saja.  Kami harapkan pembangunanya juga pakai kontruksi yang anti lapuk (rayap, red) bisa cor ataupun baja ringan,” ungkapnya.

 

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...