Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

OPM Tantang Perang TNI-Polri di Maybrat, Warga Sipil Minggir Dulu

Ilustrasi: Prajurit Korps Marinir TNI AL saat bersiap-siap melaksanakan Apel Geladi Tugas Tempur TK-3 (L-3) Koarmada I TA 2020 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin 20 Juli 2020.
(ANTARA/Muhammad Adimaja)

MURIANEWS, Jakarta – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menabuh gendering perang terhadap TNI-Polri di wilayah Maybrat, Papua Barat. Seruan perang itu disuarakan setelah mereka menyerang Pos Ranmil di sana.

Pihak TPNB-OPM pun meminta warga sipil untuk meninggalkan wilayah tersebut dan berpindah ke Kota Sorong. Pernyataan itu diserukan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

“Kami berikan peringatan kepada masyarakat imigran, orang Indonesia di wilayah perang sekarang, di wilayah Kodap 4 Sorong untuk segera tinggalkan wilayah itu dan pindah ke Kota Sorong, wilayah itu perang tidak akan berhenti,” kata Sebby dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (7/9/2021).

Sebby mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyerangan pada militer Indonesia. Contohnya, pada Minggu (5/9/2021) di Kampung Kamat, Distri Aifat Timur, Maybrat, Papua Barat. Saat itu terjadi kontak senjata antara militer Indonesia dengan pasukan OPM.

TPNPB-OPM yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris itu bertanggungjawab atas penyerangan terhadap rombongan Komando Resor Militer (Korem) 181/Praja Vira Tama tersebut. Sebby pun mengklaim, serangan dan upaya peperangan akan dilakukan terus menerus hingga mencapai Kemerdekaan.

“Baku tembak kemarin di Maybrat, putus jembatan, lalu kubangan kayu itu dilakukan murni oleh pasukan TPNPB OPM,” ucapnya lagi.

Diketahui, TPNPB OPM merupakan bagian dari gerakan separatis Papua yang bersenjata. Mereka kerap terlibat kontak senjata dengan aparat di Bumi Cenderawasih. Belakangan, pemerintah menetapkan kelompok ini sebagai teroris.

“Kami sampaikan kepada pemerintah Indonesia dan para TNI-Polri anda segera hentikan operasi militer,” tukas Sebby.

Sebagai informasi, eskalasi situasi di Maybrat tengah meningkat pasca penyerangan Pos Ranmil Kisor pada Kamis (2/9) dini hari sekira pukul 04.00 WIT. Akibatnya, empat prajurit TNI meninggal dunia.

TNI memperkirakan ada puluhan anggota kelompok separatis pejuang kemerdekaan Papua yang melakukan penyerangan. Sementara, anggota yang bertugas menjaga Posamil itu tak sebanding.

Belum lagi, kata dia, terdapat juga sejumlah prajurit TNI yang masih beristirahat. Sehingga, penyerangan itu tak dapat dilawan oleh TNI.

Namun demikian, Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyatakan bakal menjamin keselamatan masyarakat pasca penyerangan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang apabila ada yang merasa masih merasa ketakutan, saya memberikan jaminan keselamatan masyarakat,” kata Nyoman dalam keterangan tertulis saat mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (4/9).

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...