Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Setelah Tiga Puskesmas Gagal Lelang, 29 Pustu di Kudus Diusulkan Direhab

Badai Ismoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 29 puskesmas pembantu (Pustu) di sejumlah desa di Kabupaten Kudus diusulkan untuk mendapat rehabilitasi guna meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat.

Usulan tersebut juga, merupakan dampak dari gagal lelangnya proyek revitalisasi tiga Puskesmas senilai Rp 6,026 miliar dan tak bisa ditender ulang. Program ini sebelumnya sudah tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Perubahan (RKAP) 2020, namun belum terealisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Badai Ismoyo mengatakan, lebih baik digunakan untuk merehap Pustu jika tidak ingin anggaran tersebut akan menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa). Mengingat penggunaannya baru bisa digunakan setelah diajukan lewat APBD Perubahan 2022.

“Jika jadi Silpa dan baru bisa diajukan perubahan anggaran 2022, maka kalau ada manfaat yang lain kenapa tidak diusulkan. Nantinya juga melalui usulan lewat Perubahan APBD 2021,” kata dia Selasa (7/9/2021).

Walau demikian, Badai menyebut usulan tersebut belum merupakan ketetapan pasti. Melainkan hanya sebatas usulan alternatif untuk pemanfaatan anggaran.

Ketika jadi Silpa, maka tahun depan belum tentu uangnya masih karena bisa saja dipakai untuk kegiatan lain menyesuaikan arus kas Pemkab Kudus.

“Kebutuhan anggarannya juga besar jika membicarakan seluruh Pustu di Kudus, namun yang tercatat di dalam RKAP hanya 29 Pustu,”  sambung dia.

Baca: Rehab Tiga Puskesmas di Kudus Senilai Miliaran Gagal Lelang, Kenapa?

Menanggapi hal tersebut, anggota Komis D DPRD Kudus Sayid Yunanta mengaku setuju dengan adanya optimalisasi peran Pustu. Namun, pihaknya menggaris bawahi ketika fisiknya diperbaiki, pelayanan dan fungsinya juga harus turut dijalankan.

“Harapannya, keberadaan Puskesmas menjadi tempat pelayanan kesehatan yang hebat di tingkat paling bawah, kenyataan saat ini masih memprihatinkan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga dari empat puskesmas di Kabupaten Kudus yang hendak dilakukan rehabilitasi mengalami gagal lelang. DKK Kudus pun sanksi, lelang bisa diulang tahun ini.

Proyek rehab yang gagal lelang yakni Puskesmas Jati, Puskesmas Rendeng, Puskesmas Mejobo. Sementara yang berhasil dilelang dan proyek akan segera dilaksanakan yakni untuk Puskesmas Tanjungrejo.

 

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...