Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ustaz Pemukul Santri di Demak Terancam 3,5 Tahun Penjara

Kapolres Demak, AKBP Budy Adhy Buono saat menunjukkan barang bukti dalam kasus pemukulan santri oleh seorang ustaz di Demak. (Detik.com)

MURIANEWS, Demak – Polisi mengamankan seorang ustaz di Demak berinisial M usai melakukan aksi pemukulan kepada santri ponpes di Wonosalam, Demak. Akibat pemukulan tersebut ustaz berusia 33 tahun itu terancam 3,5 tahun atau 42 bulan.

Kapolres Demak, AKBP Budy Adhy Buono menjelaskan, saat ini ustaz M sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini ustaz viral tersebut juga sudah diamankan di Mapolres Demak.

Baca: Video Pemukulan Santri Viral di Medsos, Ustaz di Demak Ditangkap Polisi

“Pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ancaman hukumannya, karena kami menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP, jadi ancaman hukumannya 3 tahun 6 bulan,” katanya seperti dikutip Detik.com, Senin (6/9/2021).

Kepada petugas, lanjutnya, pelaku mengakui semua perbuatannya. Termasuk keberadaannya dalam video kekerasan yang tengah viral di media sosial tersebut.

“Ada yang di bagian kepala, ada yang di bagian punggung, ada yang di bagian perut, dan ada yang di bagian pipi. Dan selanjutnya juga, kami sudah memeriksa pelaku, bahwa pelaku mengaku dan membenarkan kejadian tersebut,” ujar Budi.

Baca: Ternyata Begini Kronologi Ustaz Pukul Santri di Demak

Selain itu, Budi mengatakan polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Demak terkait pendampingan anak pascakejadian. Ia menyebut langkah tersebut sebagai langkah antisipasi dampak psikis yang dialami korban.

“Pasti ada efeknya daripada kekerasan tersebut, secara psikis. Nanti kita akan minta bantuan daripada Dinas Sosial untuk mendampinginya,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Agil Widiyas Sampurna, memaparkan video yang viral tersebut terjadi di sebuah ponpes di Wonosalam, Demak.

Peristiwanya terjadi pada Rabu (1/9/2021) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelakunya adalah M, salah satu pengajar di pesantren anak-anak tersebut.

Dari keterangan pelaku dan saksi, pelaku mengecek kamar santri pada Rabu (1/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku merasa emosi karena santri membantah saat diingatkan untuk tidur, lalu terjadilah aksi pemukulan tersebut.

“Ustaz M datang ke kamar bagian depan Pondok Pesantren Tahfidz Anak Darul Musthofa untuk mengecek para santri saat jam tidur, tetapi terdapat banyak santri yang belum tidur sehingga pelaku mengingatkan para santri untuk tidur. Tetapi para santri membantah sehingga terjadi pelaku melakukan penganiayaan terhadap para santri dengan cara memukul dan menampar menggunakan tangan kosong,” terang Agil hari ini.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...