Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Banyak Pelatih di Kudus, Baru Lima Berlisensi AFC

Cucun Sulityo yang saat ini menjadi pelatih kepala Persiku Kudus, merupakan salah satu yang memiliki lisensi AFC. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus sebenarnya memiliki banyak pelatih sepak bola. Namun, sayangnya hal ini tidak ditindak-lanjuti dengan adanya program upgrade level lisensi.

Sehingga tidak mengherankan, jika saat ini di Kudus hanya ada lima pelatih yang sudah memiliki lisensi AFC. Pelatih Persiku Cucun Sulistyo membeberkan lima nama yang sudah memiliki lisensi AFC itu.

Cucun sendiri, saat ini mengantongi lisensi B AFC. Lisensi yang sama juga dikantongi oleh Asisten Pelatih Persiku Uphy Hi. Azis. Sedangkan lisensi C AFC saat ini ada pada Widhoro Heriyanto dan Welly Elmando.

“Kalau pak Yayat saat ini B AFC. Tetapi beliau infonya mau mengambil lisensi A AFC,” katanya, Senin (6/9/2021).

Menurut Cucun, saat ini di Kota Kretek baru ada lima pelatih yang memiliki lisensi AFC. Mayoritas lainnya masih memegang lisensi D nasional.

“Di Kudus rata-rata masih lisensi D nasional. Memang ada beberapa faktor. Pertama mungkin karena dirasakan lisensi D kalau di Kudus sudah cukup,” sambungnya.

Selain itu, Cucun menyebut jika ada faktor lain yang membuat pemegang lisensi D nasional di Kudus kesulitan untuk upgrade lisensi. Diantaranya karena terbentur dengan pekerjaan yang sudah dijalani. Selain itu, biaya mengikuti kursus lisensi pelatih AFC juga yang tidak murah.

Cucun menyebutkan nominal saat dirinya mengambil lisensi C AFC yang pernah diikutinya. Dari proses pengambilan lisensi C AFC yang berlangsung selama tiga pekan, dia harus merogoh kocek sebesar Rp7,5 juta.

Kemudian saat mengambil lisensi B AFC dia harus merogoh kantong sebesar Rp25 juta. Untuk kursus lisensi B AFC dirinya harus mengikuti program selama empat pekan.

“Dua pekan modul pertama dulu. Kemudian break satu bulan. Setelah itu berlanjut lagi modul kedua selama dua pekan. Kalau untuk lisensi A AFC saya kurang tahu tetapi dengar-dengar sekitar Rp 80juta,” terangnya.

Kendati demikian, menurutnya memang kembali pada keinginan seseorang itu sendiri untuk mengikuti lisensi kepelatihan. Selain itu, menurutnya Askab PSSI Kudus bisa menjembatani beberapa pelatih di Kudus agar update lisensi kepelatihan.

“Askab Kudus harus bisa memfasilitasi. Teman-teman pelatih yang ingin upgrade lisensinya harus disupport. Supaya banyak pelatih di Kudus yang bisa melatih di Liga 3 dan Liga 2,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kudus, Daniel Budi Sampurna mengaku akan berupaya untuk mendukung kegiatan upgrade level bagi pelatih di Kudus. Dia mengaku sudah berkonsultasi dengan beberapa pihak.

“Kami sudah konsultasi dengan bupati dan KONI. Terutama legenda Persiku yang dulunya membela Persiku akan kami upayakan upgrade level kepelatihan,” katanya, Senin (6/9/2021).

Daniel berkeinginan, paling tidak di tiap-tiap kecamatan dari total sembilan kecamatan di Kudus ada satu pelatih yang memiliki lisensi C AFC. Sehingga dapat menyalurkan ilmu untuk sepak bola Kudus yang lebih baik.

“Kami ada arah ke sana memang. Tujuannya supaya sepak bola Kudus lebih baik,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...