Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Langgar Aturan, Satpol PP Bubarkan Tiga Acara Hajatan di Solo

Ilustrasi hajatan di tengah era new normal. (Solopos.com/Satpol PP)

MURIANEWS, Solo — Tiga hajatan pernikahan yang digelar warga Solo saat akhir pekan kemarin, Sabtu-Minggu (4 – 5/9/2021) dibubarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo.

Hal itu dilakukan karena acara hajatan tersebut melanggar aturan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dengan digelar di rumah serta diikuti banyak orang.

Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan mengatakan, Pemkot Solo sebenarnya memberikan kelonggaran bagi para warga yang menggelar resepsi atau hajatan pernikahan.

“Hanya saja, izin tersebut masih terbatas. Yakni hanya 20 orang dan dilaksanakan di gedung pertemuan, tempat ibadah, dan bukan balai kampung,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat Solo untuk mengikuti aturan yang ada. Aturan tersebut diberikan demi kebaikan bersama untuk mencegah klaster baru dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani. Ia mengakui pelonggaran aturan PPKM bikin masyarakat euforia.

“Seolah-olah dendam karena kemarin pembatasan selama berbulan-bulan. Keramaian ini sudah tampak sejak dua pekan lalu. Karena kalau dihitung kan ini sudah masuk pekan kedua,” jelasnya.

Ahyani mengingatkan masyarakat untuk hati-hati. Jangan mengabaikan protokol kesehatan.

“Faktanya, pelonggaran sedikit saja, nekat hajatan, nekat senam bersama. Mal juga sangat ramai, tapi ada aplikasi PeduliLindungi yang bisa menghitung kapasitas pengunjung mal. Kalau sudah sesuai batas ya pengunjung enggak bisa masuk,” ujarnya.

Satgas tak ingin pelonggaran tersebut justru memunculkan lonjakan jumlah kasus Covid-19 pada beberapa waktu ke depan. Masyarakat harus bijak memahami pelonggaran dengan tidak euforia.

“Jangan euforia, jangan sampai nanti pembatasan lagi, kontrol diri dan keluarga jangan sampai terpapar virus Corona,” tandasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...