Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada yang Sebut Harun Masiku di Indonesia, KPK: Laporkan! Jangan Cuma Sebar Isu

Gedung Merah Putih kantor KPK. (Dok. SindoNEWS)

MURIANEWS, Jakarta – Ada yang menyebut keberadaan buronan Harun Masiku di Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun angkat suara.

Melalui Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, KPK meminta agar siapapun melaporkan langsung. Ali Fikri meminta jangan hanya melayangkan isu yang justru berpotensi polemic dan kontraproduktif.

“KPK masih terus bekerja serius mencari keberadaannya baik di dalam maupun di luar negeri. Bukan justru melayangkan isu yang berpotensi menjadi polemik dan kontraproduktif dalam upaya penangkapan DPO dimaksud,” ucap Ali dikutip dari CNN Indonesia, Senin (6/9/2021).

Ali meminta agar semua pihak yang mengetahui keberadaan sang buronan untuk melapor ke penegak hukum. Dengan laporan itu, diharapkan penegak hukum dapat menindaklanjuti informasi itu.

Sebelumnya, penyidik KPK nonaktif Ronald mengaku mendapat informasi mengenai keberadaan Harun Masiku di wilayah Indonesia pada bulan Agustus 2021.

Namun, ia terpaksa tidak bisa melanjutkan pencarian karena berstatus nonaktif berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 tentang tindak lanjut bagi pegawai tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Bahkan, Ia bersama 56 pegawai lainnya terancam dipecat pada 1 November mendatang.

“Info yang saya punya Agustus kemarin masih di Indonesia,” ujar Ronald.

KPK juga sudah menjalin kerja sama dengan Sekretariat National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia sejak bulan Juli lalu untuk mencari keberadaan Harun. Interpol sudah memasukkan nama Harun ke dalam Red Notice.

Harun ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR, namun meninggal dunia.

Politikus PDIP itu diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan. Ia buron sejak Januari 2020.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...