Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lagi Asyik Begituan di Hotel, 14 Pasangan di Klaten Malah Terciduk Petugas

Petugas mendatangi salah satu hotel di Klaten saat digelar operasi tim gabungan ke sejumlah hotel dan persimpangan jalan nasional di wilayah Jogonalan dan Prambanan, Minggu (5/9/2021). (Solopos.com/Istimewa)

MURIANEWS, Klaten – Tim gabungan Pemkab Klaten, TNI, dan Polri, Minggu (5/9/2021), menjaring 14 pasangan tak resmi saat asyik ngamar di hotel. Ironisnya, dari belasan pasangan tersebut ada yang berusia 19 tahun.

Kepala Seksi Penindakan Satpol PP Klaten Sulamto mengatakan, usia belasan pasangan tak resmi mulai dari 19 tahun hingga 59 tahun. Mereka dikenai sanksi wajib lapor sebanyak 20 kali di kantor Satpol PP Klaten.

”Jadi sanksinya wajib lapor di kantor Satpol PP. Jumlahnya hingga 20 kali,” katanya seperti dikutip Solopos.com

Ia menyebutkan, tiga orang yang ikut ditangkap diketahui sebagai PSK berdasarkan hasil pendataan dan pemeriksaan petugas. Selain itu, mereka tak hanya sekali terjaring operasi.

“Rata-rata sudah dua kali terjaring razia,” ungkapnya.

Ia menambahkan selain pasangan mesum petugas juga mengamankan tiga Pekerja Seks Komersial (PSK) dan lima Pengemis Gelandangan dan Orang Telantar (PGOT).

”Mereka ditangkap di persimpangan jalan nasional serta hotel di wilayah Kecamatan Jogonalan dan Prambanan, Klaten,” ungkapnya.

Dari operasi itu, lima PGOT dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Klaten, tiga PSK dibawa ke Panti Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta, serta belasan pasangan tak resmi dikenai sanksi wajib lapor.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan mengatakan operasi gabungan itu digelar untuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Klaten yakni Perda No. 27/2002 tentang Larangan Pelacuran. Selain itu, penegakan Perda No. 12/2013 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).

”Operasi tersebut digelar menindaklanjuti laporan warga ihwal dugaan praktik prostitusi di wilayah Prambanan serta aktivitas PGOT yang dinilai mengganggu pengguna jalan,” tambahnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...