Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemprov Jateng Kejar Penuntasan Rumah Tak Layak Huni

Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau rumah tak layak huni di Desa Slatri, Brebes. (Dok. MURIANEWS)

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus mengejar penuntasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada awal tahun menjabat, pasangan Ganjar-Yasin menargetkan sebanyak 1.582.024 rumah diperbaiki.

Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, setiap tahun target perbaikan RTLH di Jateng adalah 100 ribu unit. Di tahun 2019 jumlah peningkatan kualitas RTLH tersebut melebihi target, hingga lebih dari 102 ribu unit.

Ia menyebut, target tersebut dicapai dengan sinergi pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah. Selain itu, ada pula peran serta dari Baznas Pemerintah Desa melaui Dana Desa dan sektor swasta melalui program tanggungjawab sosial perusahaan.

Arief menyebut, meskipun dari target BNBA RPJMD Provinsi Jateng tinggal menyisakan 827.009 unit RTLH. Namun masih terdapat tambahan data RTLH dari evaluasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Walaupun setiap tahun kita intervensi untuk perbaikan RTLH, tetapi saat ini jumlahnya masih sangat banyak yaitu 1.632.071 unit RTLH yang harus diperbaiki. Rinciannya 827.009 adalah data dari RPJMD dan 805.062 merupakan data baru, dari updating DTKS” sebutnya, Minggu (5/9/2021).

Namun demikian, di tahun 2022 dana stimulan Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (Bankeupemdes) untuk perbaikan RTLH dari APBD provinsi, direncanakan naik. Dari semula 12 juta rupiah per unit, menjadi 17 juta rupiah per unit rumah. Itu dilakukan, untuk lebih meningkatkan kualitas rumah yang diperbaiki.

Ia tidak menepis kondisi di mana Pandemi Covid-19 memengaruhi alokasi perbaikan RTLH. Pemerintah daerah banyak melakukan _refocusing_ dana peningkatan kualitas RTLH dalam rangka penanganan kemiskinan tersebut.

“Di tahun 2020 kemarin, kita berhasil merenovasi 75.230 unit RTLH,” urainya.

Terakhir, ia berharap agar mereka yang merasa berhak dibantu perbaikan RTLH nya, segera menghubungi pemerintah desa setempat. Hal itu agar, yang bersangkutan bisa masuk dalam usulan musdes dan yang belum masuk DTKS dapat segera didaftarkan ke basis data terpadu (BDT) milik Dinas Sosial.

“Apalagi sistem kita sudah terkoneksi dengan sistem cari BDT milik Dinsos. Sehingga kalau sudah masuk ke sistem Dinsos, maka akan terdaftar ke kita,” pungkas Arief.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...