Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ronaldo Bikin Murka Dua Legenda Juve

Ronaldo ‘pulang’ lebih cepat ke Manchester , usai mencopot kaosnya. (facebook.com/Cristiano)

MURIANEWS, Turin- Kepergian Ronaldo ke MU ternyata membuat murka dua legenda Juventus. Selain mendadak, juga dinilai tidak memberi rasa hormat bagi klub.

Dua legenda Juventus, Sergio Brio dan Alessio Tacchinardi memberikan penilaian mirik. Merke bahkan bisa dibilang murka atas apa yang dilakukan oleh bintang asal Portugal itu.

Kedua legenda Juventus itu secara terbuka menilai Ronaldo tidak respek terhadap Juventus. Cara Ronaldo meninggalkan Juventus bahkan mereka sebut telah menghina tim berjuluk Bianconeri itu.

Dilansir dari Kompas.com , Sergio Brio membandingkan beberapa klub yang ia bela dan bagaimana mereka merekrutnya secara baik-baik.

“Saya selalu memuji tiga klub tempat saya bermain: Juventus, Lecce, dan Pistoiese karena mereka merekrut saya dan percaya pada saya,”

Ronaldo disebutnya sebagai salah seorang profesional yang hebat. Dengan reputasi itu seharusnya, perpisahan Ronaldo juga bisa dilakukan dengan cara yang elegan juga.

“Juventus pantas mendapatkan lebih banyak rasa hormat, saya tidak menyangka Ronaldo menghina klub seperti ini. Itu tidak baik untuknya,” kata Brio murka.

Brio menambahkan, mungkin Juventus dan Ronaldo tidak putus dengan baik-baik. Meskipun ia yakin itu adalah hal yang tepat untuk kedua belah pihak.

“Jika seorang pemain dipaksa untuk tinggal, dia bisa menyebabkan kerusakan pada rekan satu tim dan klubnya,” ujar eks bek Juventus yang punya 385 caps bersama Bianconeri ini.

Begitu juga dengan pendapat Ellisio Tacchinardi terhadap hal ini. Legenda Juventus ini menilai Ronaldo seharusnya pergi dengan cara yang lebih baik.

Seharusnya Ronaldo melakukannya dengan menggelar konferensi pers, untuk kemudian mengucapkan selamat tinggal kepada suporter Juventus.

“Ronaldo seharusnya pergi dengan cara yang berbeda, bukan dengan jet pribadinya saat Massimiliano Allegri berbicara dengan tim sebelum pertandingan melawan Empoli,” ujar Tacchinardi.

“Saya mengharapkan konferensi pers untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar. Mereka pantas mendapatkan sesuatu yang berbeda,” tambahnya.

Tacchinardi menyebutkan beberapa legenda seperti Del Piero, Francesco Totti, Paulo Maldini atau Javier Zanetti, yang tak ada tandingannya. Mereka meninggalkan Juventus dengan cara yang baik dan elegan. Sehingga mereka tetap dihormati Juveninti.

“Tidak menyenangkan mendengar dari Ronaldo bahwa dia akan kembali ke tempat yang dia rasa seperti rumah (Manchester United),” katanya dengan ketus.

Dengan bersikap seperti itu, kata dia, Ronaldo menempatkan Juventus dalam situasi yang sulit. Karena mereka harus kelabakan mencari penggantinya.

“Pergi beberapa hari sebelum akhir jendela transfer, tidak mungkin untuk menggantikan mesin gol seperti dia,” kata eks gelandang yang bermain lebih dari 10 musim bersama Juve sekitaran tahun 1994.

Juventus memang telah merekrut Moise Kean sebagai pemain pinjaman dari Everton untuk menggantikan peran Ronaldo. Namun, seperti dikatakan Tacchinardi, sulit menggantikan pemain selevel Cristiano Ronaldo.

Moise Kean pun belum tentu memberikan garansi banyak gol untuk Bianconeri, terlebih sang pemain masih begitu muda yaitu 21 tahun.

Ronaldo sendiri tak mengambil pusing kisah kepergiannya dari Bianconeri. Pemain ini malah menyatakan come back-nya ke MU sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.

“Semua orang yang mengenal saya, tahu tentang cinta saya yang tidak pernah berakhir untuk Manchester United,” ujarnya.

Ronaldo menyatakan, tahun-tahun yang ia habiskan di Manchester United sebagai hal yang benar-benar luar biasa. Ia bahkan tak bisa menjelaskan betapa besar perasaannya.

“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan, setelah sekian lama saya kembali bermain melawan Manchester United, dan bahkan sebagai lawan, selalu merasakan cinta dan rasa hormat dari para pendukung di tribun,” kata dia.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Kompas.com

 

Comments
Loading...