Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bank BUMN Kena Semprot Mbak Risma, Erick Thohir Turun Tangan

Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri BUMN Erick Thohir. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini naik pitam. Gara-garanya, dia mendapati masalah dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19. Saking jengkelnya, Mbak Risma sampai menduga ada praktik kongkalikong di proses penyaluran bansos itu.

Hampir semua yang terlibat di penyaluran bansos itu kena semprot eks-Wali Kota Surabaya itu. Mulai dari pendamping penerima bansos, pejabat pemda, bahkan pejabat bank pun tak luput dari omelan Risma.

Misalnya, saat Risma memantau program bansos Kabupaten Bandung, Senin (30/8) lalu. Menurut Wakil Bupati Kabupaten Bandung Sahrul Gunawan, Risma memarahi pendamping program keluarga harapan (PKH), perwakilan bank negara (bank BUMN), dan PT Pos Indonesia terkait penyaluran bansos.

“Bu Risma mendadak datang ke sini. Terus kemudian saya mengikuti setiap proses arahan Bu Risma terhadap pendamping keluarga harapan (PKH), perhimpunan bank negara (himbara), PT.Pos Indonesia. Jadi beliau marah-marahnya ya ke stakeholder itu, sementara saya berada di satu ruangan yang sama. Jadi senang, saya jadi mengetahui problem di dinas sosial terkait bantuan sosial,” kata Sahrul dikutip dari Detikcom (4/9/2021).

Mensos Tri Rismaharini (Instagram/@tri_risma_medsos)

Mbak Risma juga mencak-mencak di Jember, Jawa Timur, Sabtu (28/8) lalu. Risma marah saat mengetahui bansos PKH di sana belum tersalurkan. Dia juga menegur bank BUMN yang dipercaya menyalurkan bansos.

“Banyak sekali, ini nggak jalan ini yakin aku, kalau jalan nggak mungkin segitu, nggak jalan, sudahlah percaya omonganku. Ayo taruhan ini, ayo taruhan Rp 100 ribu. Nggak jalan ini, masak 3 ribu sama 5 ribu (Yang belum tersalur), kalau jalan nggak mungkin sebesar itu, makanya aku turun ke sini,” kata Risma.

Terakhir, di Sragen, Jawa Tengah, Risma menemukan 2.517 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH (Program Keluarga Harapan) yang belum cair karena buku tabungannya terblokir. Mendengar hal tersebut, Risma langsung menghubungi salah satu bank Himbara dan pendamping untuk mengurus rekening penerima.

“Saya minta tolong, Pak, hari ini juga bisa selesai. Kalau kartunya belum didistribusikan, ayo kasih ke saya. Sekarang juga saya antar ke rumah KPM,” kata dia dikutip dari video di laman kemensos.go.id, Jumat (3/9/2021).

Menteri BUMN Erick Thohir (Instagram/@erickthohir)

Mengetahui Bank BUMN atau bank yang tergabung dalam Himpunan Bank-bank Negara (Himbara), Menteri BUMN Erick Thohir pun turun tangan. Dia buka suara terkait masalah pemblokiran rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang juga disinggung Risma.

Dia menegaskan pihak bank tentu tidak ada keinginan menghambat penyaluran bansos.

“Saya yakinkan dengan segala kerendahan hati, pasti Himbara sebagai bagian dari pemerintah tidak maksud menghambat atau melakukan (pemblokiran), tapi memang kita perlu sinkronisasi sistem. Sistem di pemerintahan pusat, di pemerintah daerah atau di Himbara itu kan perlu disinkronkan,” ujar Erick di sela-sela kunjungan ke Kimia Farma Depo dalam rangka melihat sistem kerja FarmaPlus dan implementasinya di lapangan, Sabtu (4/9/2021).

Pemerintah bersama DPR sedang mendengarkan masukan dari berbagai golongan masyarakat terkait proteksi data pribadi. Karena itu kan proteksi data pribadi harus dilindungi tetapi jangan juga ini menyetop program satu data. Sebab, program satu data ini sangat penting utk menjaga program pemerintah subsidi tidak salah sasaran.

“DPR sudah bicara bagaimana pupuk bisa langsung ke rakyat. Nah hal-hal ini memang perlu waktu, dan saya rasa harus terus dilanjutkan. Tetapi sinkronisasi kita itu hal yang maklum. Kita melihat ini hal yg positif, ini era yg transparan. Kita harus saling koreksi, kita menjadi bagian itu,” jelas Erick

Dia juga memastikan segera mengecek langsung ke bank-bank BUMN terkait masalah penyaluran bansos tersebut. “Nah tentu bila di situ ada kekurangan di sana sini, saya akan cek langsung permasalahannya apa,” janji Erick.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...