Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pas Ditangkap, Coki Lagi Nonton Video Porno Gay dengan Teman Cowoknya, Ternyata Dia…

Coki Pardede (Intagram/@majelislucuindonesia)

MURIANEWS, Jakarta – Kepolisian Polres Tangerang Kota mengungkapkan beberapa fakta saat penangkapan pada komika Reza alias Coki Pardede terkait kasus narkoba. Saat penangkapan, Coki ternyata sedang nyabu sambil menonton video porno gay dan bersama seorang lelaki.

Polisi mengungkapkan hal itu dilakukan Coki karena ia memiliki kelainan. “Jadi begini, itu kan masalah pribadi ya, masalah pribadi. Jadi memang dia ada kelainan dalam dirinya, dia menyampaikan ‘saya sakit, Pak’,” kata Kasat Narkoba Polres Tangerang Kota, AKBP Pratomo Widodo, dikutip dari Detikcom, Sabtu (4/9/2021).

Lantas siapa pria itu? Pratomo tidak mengungkapkan lebih detail sosok pria itu. Dia hanya mengungkapkan jika pria itu tidak terlibat dalam perkara yang menyeret Coki.

“Jadi saat digeledah tidak ada perempuan. Ada temannya cowok, tapi temannya tidak terlibat dalam perkara ini. Dia hanya dipanggil, tidak bersama-sama menggunakannya,” ujarnya seperti dilansir Detikcom, Sabtu (4/9/2021).

Diketahui, polisi telah menentukan status hukum terhadap Coki Pardede setelah ditangkap dalam kasus sabu. Coki Pardede ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Coki Pardede, polisi menetapkan pengedar perempuan bernama Welly dan bandar bernama Riski sebagai tersangka.

“Tiga orang sementara sebagai tersangka, kami akan proses,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Sabtu (4/9).

“Sama minta maaf ke keluarga, terutama Ayah dan Ibu, manajemen, karena ini langsung interaksi ke pekerjaan saya dan juga minta maaf kepada orang orang yang menikmati karya saya. Mohon bersabar dulu,” kata Coki dalam jumpa pers.

“Karena ada urusan penting, yaitu untuk kesembuhan saya dari ambisi kecanduan obat-obatan terlarang,” katanya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...