Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

30 Motor Berknalpot Brong Diamankan Polisi saat Konvoi di Solo

Petugas melakukan razia motor berkenalpot brong yang sering konvoi di jalanan solo. (Humas Polresta Solo)

MURIANEWS, Solo — Polresta Solo menyita 30 sepeda motor berknalpot brong yang terjaring Razia saat konvoi, Sabtu (4/9/2021) dini hari pukul 03.00 WIB.

Kasat Samapta Polresta Solo Kompol Sutoyo mengatakan, razia tersebut merespons keluhan masyarakat soal banyaknya pengendara motor berknalpot brong. Keluhan itu masuk ke call center Polresta Solo.

Dari situ Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, lantas memerintahkan anggota Satlantas, Satsamapta, dan Satreskrim untuk menindak tegas para pengguna sepeda motor berknalpot brong tersebut. Mereka sering konvoi dan membuat kebisingan.

“Batas Kota Kleco dan Tugu Makutha langsung kami terjunkan 65 personel. Hasilnya 30 unit sepeda motor berknalpot brong kami sita. Lalu ada penindakan lain karena mereka tidak membawa dokumen kendaraan dan SIM,” papar Sutoyo seperti dikutip Solopos.com.

Ia menambahkan personel Satreskrim turut menggeledah apara pengendara motor yang dari luar Kota Solo itu. Petugas mengantisipasi pengendara membawa senjata tajam, narkoba, maupun bahan peledak. Hasilnya, tidak ditemukan benda-benda terlarang itu.

“Mereka langsung kami arahkan ke Satlantas Polresta Solo untuk ditilang. Knapot brong wajib diganti dengan knalpot standar sebelum sepeda motor diambil kembali. Konvoi ini jelas menganggu masyarakat yang beristirahat,” papar dia.

Berdasarkan Pasal 285 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan setiap orang yang mengemudikan motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan didenda paling banyak Rp 250 ribu atau kurungan selama satu bulan.

Persyaratan teknis itu meliputi meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban.

Lebih lanjut Sutoyo memaparkan laporan penggunaan knalpot brong hingga masih mendominasi di aduan call center Polresta Solo. “Jangan sampai masyarakat resah dan terganggu khususnya pada malam hari. Operasi knalpot brong terus kami lakukan untuk mewujudkan Solo kondusif,” imbuh dia.

Ia meminta masyarakat dapat mengadukan ke call center Polresta Solo jika menemukan knalpot brong maupun penyakit masyarakat (pekat). Tim reaksi cepat Sparta bakal langsung menindaklanjuti aduan itu.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...