Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bea Cukai Kudus Ditarget Rp 34 Triliun, Ngebut Jelang Akhir Tahun

Aktivitas produksi di salah satu perusahaan rokok di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus masih mengejar target penerimaan cukai 2021 yang dibebankan yakni sebesar Rp 34,18 triliun. Realisasi hingga akhir Agustus lalu sendiri berada di angak Rp 18,59 triliun atau baru sekitar 54,4 persen.

Walau demikian, pihak Bea Cukai masih optimis target tersebut akan tercapai pada akhir tahun nanti.

“Kalau dilihat realisasinya memang belum sesuai target, namun kami optimistis hingga akhir tahun bisa tercapai,” kata Kepala Bea Cukai Kudus Gatot Sugeng Wibowo di Kudus, Sabtu (4/9/2021).

Gatot mengatakan, masih rendahnya realisasi hingga bulan Agustus adalah karena adanya relaksasi pembayaran cukai dalam jangka waktu paling lama 90 hari kepada para pengusaha pabrik rokok. Sebelum relaksasi sendiri, batas waktu pembayaran hanya hingga 60 hari.

“Nah akhirnya, pembayarannya bergeser ke bulan berikutnya, sehingga realisasi target penerimaan saat ini terlihat masih rendah,” jelas dia.

Jelang akhir tahun nanti, penerimaan cukai bisa dikebut. Alasannya, karena adanya potensi permintaan pita cukai di akhir tahun.

Kondisi tersebut dibarengi dengan lonjakan pembayaran cukai hasil program stimulus non-fiskal berupa penundaan pembayaran cukai tersebut.

Baca; Diselendupkan Pakai Bus, 128 Ribu Batang Rokok Bodong Diamankan Bea Cukai Kudus

Selain itu, permintaan pita cukai rokok golongan III juga mengalami lonjakan, sehingga diharapkan turut membantu mendongkrak penerimaan negara.

“Tren penjualan rokok golongan II jenis sigaret kretek mesin (SKM) juga mulai naik, sedangkan golongan I juga diharapkan mengalami hal serupa, sehingga target penerimaan akhirnya tidak hanya sekadar tercapai, melainkan bisa surplus,” jelasnya.

KPPBC Kudus sendiri mencatat realisasi penerimaan cukai pada triwulan kedua tahun 2021 sebesar 44,36 persen atau Rp 13,04 triliun dari target penerimaan, dan mengalami pertumbuhan positif dibandingkan triwulan II tahun 2020 hanya Rp 13,04 triliun.

“Sehingga tahun ini ada pertumbuhan 16,30 persen dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...