Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Uang Kas Raib, Mantan Pengurus Masjid di Kudus Dipolisikan

Masjid Jami Baitul Muqoddas di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Mantan Ketua Pengurus Masjid Jami Baitul Muqoddas berinisial IS warga Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus dilaporkan ke polisi. IS diduga telah menggelapkan kas masjid yang berasal dari amal jariyah jemaah sebesar Rp 188 juta.

“Karena tidak ada iktikad baik, kami sudah adukan hal ini ke Polres Kudus kemarin sore, ” kata Ulil Falah, Ketua Pengurus Masjid Baitul Muqoddas, Jumat (3/9/2021).

Ia menjelaskan, dugaan penggelapan uang kas masjid tersebut diketahui setelah dirinya ditunjuk menjadi ketua yang baru pada 22 April 2020 silam dengan surat keputusan dari kepala desa setempat.

Kepengurusan tersebut dirombak setelah kepengurusan sebelumnya sempat vakum dan tidak berjalan maksimal.

“Sebelumnya itu kepengurusan masjid sudah tidak berjalan lama. Karena masjid juga butuh kepengurusan untuk sejumlah kegiatan akhirnya saya ditunjuk sebagai pengurus baru,” ucapnya.

Seusai ditunjuk, proses serah terima laporan keuangan kas masjid dari kepengurusan lama pun dilakukan. Namun, saat itu hanya bendahara lama yakni, RB lah yang hadir.

Dari hasil laporan keuangan kas masjid yang diterima, tercatat penerimaan kas masjid selama kepengurusan lama sebesar Rp 392 juta dan pengeluaran sebesar Rp Rp 359 juta. Saldo yang tersisa adalah Rp 32 juta.

“Tapi dari laporan itu ada catatan kas uang masjid yang piutang atau pinjaman ke masjid yang dilakukan oleh IS sebanyak Rp 188,59 juta. Catatan perinciannya juga ada di bendahara lama,” jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya telah berusaha untuk meminta kejelasan kepada IS, namun tak ada titik temu.

Hingga akhirnya pihak desa pun sempat memfasilitasi mediasi dan IS juga sempat datang sekali dan mengaku siap mengembalikan uang tersebut.

“Kami memang meminta bantuan pak Kades dan awalnya sudah ada surat pernyataan mau mengembalikan. Tapi sampai saat ini belum dikembalikan dan IS saat ini sudah tidak berada di rumahnya lagi,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Tumpangkrasak Sarjoko membenarkan adanya persoalan tersebut. Pihaknya juga mengaku telah melakukan mediasi beberapa kali dengan kedua belah pihak, namun saat itu yang di hadiri IS hanya satu kali mediasi.

“Sudah pernah ada mediasi dan berjanji akan mengembalikan, tapi sampai sekarang belum. Malah antara 3-4 bulan lalu rumahnya sudah ganti pemilik. Saat ini saya sudah menyerahkan ke warga kalau mau dilaporkan ke polisi atau seperti apa baiknya,” terangnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menyatakatan pihaknya belum menerima aduan tentang dugaan penggelapan kas masjid tersebut.

“Kami belum terima aduan itu, kemungkinan masih dalam proses. Akan kami cek lebih lanjut,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...