Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tiga Atlet Anggar Kudus Gagal Berlaga di PON Papua

Atlet anggar Kudus bertanding di home tournament tahun lalu. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Atlet anggar Kudus tidak masuk ke dalam skuad anggar Jawa Tengah untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Padahal, saat proses seleksi ada tiga wakil atlet di skuad anggar proyeksi PON Jawa Tengah.

Tidak adanya wakil atlet anggar Kudus di PON Papua disampaikan oleh Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kudus, Wahyudi Purnomo. Menurutnya ketiga atlet anggar Kudus sudah dicoret.

“Saat seleksi untuk PON ada tiga atlet putra. Indra di nomor Sabel tidak bisa meninggalkan tugasnya sebagai TNI di Aceh. Kemudian Arya dan Yusuf yang sama-sama nomor floret putra dicoret. Tetapi saya tidak tahu alasannya karena apa,” katanya, Jumat (3/9/2021).

Walaupun tidak ada wakil di skuad anggar Jateng untuk PON Papua, Wahyudi tidak mempermasalahkan. Menurutnya hal itu sudah menjadi kebijakan pelatih.

“Menyayangkan iya. Tetapi kembali lagi mungkin itu prioritas dari tim pelatih untuk mengganti pemain ini dengan pemain lain sesuai kebutuhan,” terangnya.

Padahal, menurut Yudi atlet Kudus tergolong potensial. Parameternya saat di Porprov 2018 lalu kontingen anggar Kudus berhasil meraih dua emas, satu perak dan dua perunggu. Hasil itu membawa kontingen anggar Kudus berada di peringkat tiga di Porprov 2018.

Sebelumnya, pada gelaran PON 2016, kudus juga mengirimkan tiga atlet. Rinciannya satu di nomor sabel putra dan dua di nomor floret putra.

“Tentunya tetap semangat dan positive thinking. Tidak bisa dipungkiri juga nihilnya agenda juga menjadi penyebab performa atlet,” terang dia.

Yudi menambahkan, saat ini skuad anggar Jawa Tengah diisi oleh atlet dari Surakarta, Salatiga, dan Kabupaten Semarang. Dia berharap atlet anggar Kudus tidak berkecil hati walaupun tidak terpilih bertanding di PON Papua.

“Tidak perlu berkecil hati. Harus tetap semangat,” pungkasnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...