Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Diduga Peninggalan Abad 8 M, Temuan Batu Candi dan Arca di Klaten Bakal Dievakuasi

Petugas BPCB Jateng mengecek temuan batu candi di Klaten, Jumat (3/9/2021). (Detik.com)

MURIANEWS, Klaten – Temuan batu candi di Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan dan Arca di Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Klaten langsung ditanggapi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng.

Setelah mendapat laporan, BPCB Jateng bahkan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Hasilnya, diduga kuat temuan tersebut merupakan batu candi pendinggalan zaman Hindu-Buddha yang berdiri sekitar abad 8-9 masehi.

Pamong Budaya Madya BPCB Jateng, Deni Wahju Hidajat menjelaskan, dugaan tersebut masih akan diteliti kembali. Apalagi, kondisi batu tersebut dalam istilah BPCB masuk dalam kategori pemugaran.

“Sementara diduga peninggalan dari abad 8-9 M. Yang jelas semua batu kulit kalau dalam istilah pemugaran,” katanya seperti dikutip Detik.com, Jumat (3/9/2021).

Deni menjelaskan, pengecekan dilakukan setelah BPCB mendapatkan laporan dari masyarakat. Setelah didata rencananya batu-batu itu akan dievakuasi.

“Iya akan kita evakuasi. Karena itu memang dari candi, dikembalikan ke candi lagi. Saya sudah koordinasi dengan pak kades untuk dibantu mengamankan benda cagar budaya tersebut,” terang Deni.

Meski begitu, evakuasi belum bisa langsung dilakukan sebab banyak petugas dinas luar. Bebatuan itu diperkirakan dipindahkan ke wilayah utara kawasan Prambanan.

“Itu tertransformasi ke daerah utara Prambanan karena rata-rata warga itu para pemilik kuda atau sapi gerobak. Kalau pagi itu ke pasar Prambanan menjual hasil bumi penuh satu gerobak dan pulangnya gerobak kosong,” tutur Deni.

Saat pulang itu, sebut Deni, batu candi yang zaman dulu tidak dilindungi dijadikan pemberat gerobak dan ada yang dibuang di jalan.

“(Batu candi) Untuk bandul pemberat gerobak karena melintas banyak tumpukan batu-batu candi. Maka diambil lah batu batu candi dan dibawa pulang, ada yang dibuang,” sambung Deni.

Jika dilihat dari bentuknya, lanjut Deni, bebatuan itu bagian dari kulit candi atau bisa disebut struktur. “Yang jelas semua batu kulit, baik di kaki, tubuh dan bagian atap candi. Disebut bagian dari struktur candi juga boleh,” imbuh Deni.

Di kesempatan yang saman, pengelola Data dan Koleksi Museum BPCB Jateng, Adenata R Putra, mengatakan ada 9 item benda yang dicek. Termasuk satu arca.

“Yang di Kokosan ada 4 komponen batu candi. Di Manisrenggo ada 3 komponen batu candi, 1 yoni kecil, dan 1 arca tanpa kepala. Karena kondisi tidak utuh belum tahu siapa sosok arca tersebut,” jelas Adenata pada detikcom.

Sementara itu Kadus I Desa Kokosan, Harjono, mengatakan lokasi tempat ditemukannya batu dulunya merupakan kandang kuda. Lokasi di pekarangan pamannya.

“Itu kandang milik pak lik saya. Dulu kandang kuda, setelah kandang roboh ada batu itu,” kata Harjono

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...