Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sertifikat Vaksin Jokowi Beredar, Kemendagri Ingatkan Sanksi Pidana

Presiden Joko Widodo. (Youtube Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Sertifikat vaksin Presiden Jokowi beredar di media sosial Twitter. Beredarnya itu membuat data Nomor Induk Kependudukan (NIK) orang nomor 1 di Indonesia tersebut turut bocor.

Ternyata NIK Jokowi juga dapat diakses dengan mudah lewat situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pada situs tersebut tercantum data NIK Jokowi. ketika itu Jokowi mencantumkan NIK untuk kepentingan administrasi dalam Pemilihan Presiden.

Dari sana, kemudian sebagian netizen menggunakan NIK itu mengakses aplikasi PeduliLindungi. Mereka mengunggah kartu vaksin Jokowi. Seperti diketahui, di dalam kartu vaksin juga berisi data pribadi, seperti NIK dan tanggal lahir.

Menanggapi itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan netizen soal sanksi pidana jika menggunakan NIK orang lain. Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh mengimbau masyarakat tidak melakukan hal tersebut. Ia menekankan pentingnya kerahasiaan data pribadi setiap warga negara.

“Ini bukan kebocoran NIK, tetapi menggunakan data orang lain untuk mendapatkan data informasi orang lain. Ada sanksi pidananya untuk hal seperti ini,” ucap Zudan dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (3/9/2021).

Dalam Pasal 95 Undang-Undang Administrasi Kependudukan diatur sanksi bagi mereka yang tanpa hak mengakses data kependudukan, yakni penjara maksimal dua tahun dan/atau denda maksimal Rp 25 juta. Kemudian, Pasal 95A di undang-undang yang sama mengatur hukuman bagi orang yang menyebarkan data kependudukan.

Di kesempatan itu, pihaknya menyarankan perlu adanya perbaikan pada aplikasi PeduliLindungi. Ia berharap sistem perlindungan data pada aplikasi itu ditambah.

“Saran saya untuk PeduliLindungi perlu two factors authentication. Tidak dengan NIK saja, bisa dengan biometrik atau tanda tangan digital,” ujarnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...