Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Vaksin Belum Tuntas, Ratusan Guru di Kudus Justru Sulit Dihubungi

Guru tengah mengajar siswa dalam PTM terbatas di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus masih mendapati adanya guru atau tenaga pendidik di Kudus yang belum menuntaskan vaksinasi hingga dosis dua. Sementara proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas kini telah mulai dilakukan.

Kasi Surveilans dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad menyebut, ada ratusan guru yang sudah mendapatkan dosis pertama, namun belum mendapatkan dosis kedua.

Hal tersebut mencuat setelah dirinya mendapatkan laporan dari masing-masing Puskesmas yang ada di Kudus.

“Kalau jumlahnya ada ratusan (guru yang belum tuntas divaksin, red), sekitar 300-an ada yang tersebar di setiap puskesmas,” katanya Jumat (3/9/2021).

Padahal, lanjut dia, puskesmas-puskesmas telah berusaha untuk menghubungi kontak setiap guru atau tenaga pendidik yang baru mendapatkan dosis pertama. Namun, hingga saat ini belum ada respon dan masih banyak yang belum tuntas.

“Pihak sekolahan juga sudah dihubungi, tapi masih belum (vaksin dosis dua, red). Padahal harusnya itu tidak boleh tertunda lebih dari enam bulan, dosis satu bisa hilang dan harus mengulang. Itu kan mubazir,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak para guru dan tenaga pendidik yang belum tuntas divaksin bisa segera datang ke puskesmas terdekat.

“Apalagi ini baru gencar vaksin siswa, kalau siswa sudah lengkap tapi guru belum kan percuma. Kami minta agar guru yang belum divaksin tahap dua bisa segera menuntaskannya ke puskesmas terdekat, ” jelasnya.

Baca: PTM Terbatas di Kudus Diklaim Sudah Berjalan Maksimal

Terpisah, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Afri Sofianingrum mengatakan, pihaknya juga telah mendapatkan informasi adanya guru dan tenaga pendidik yang belum tuntas di vaksin.

“Memang ada (guru yang belum divaksin dosis dua, red), itu guru SD laporan dari puskesmas.  Informasinya memang sudah sampai dihubungi tapi tidak datang. Memang ada yang trauma, takut, tapi ada juga yang sakit. Tapi banyak yang sudah tuntas, ” ucapnya.

Mendapati hal tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan masing-masing koordinator wilayah (korwil) agar mendorong para guru atau tenaga pendidik yang sudah mendapatkan vaksin satu, untuk segera datang ke puskesmas agar bisa disuntikan dosis dua agar lebih maksimal.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...